SUMENEP — Kabupaten Sumenep, di ujung timur Pulau Madura, kini semakin mantap menapaki peran sebagai destinasi wisata konvensi. Tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, Sumenep kini siap menyambut berbagai kegiatan pertemuan berskala besar, seminar, pelatihan, hingga reuni, dengan dukungan fasilitas modern, ruang pertemuan memadai, dan akses transportasi yang lancar.
Salah satu peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS asal Sidoarjo, sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, memuji keistimewaan Sumenep. Menurutnya, kota ini memiliki nilai unik sebagai titik paling timur di Pulau Madura.
“Datang ke Sumenep seperti menyambut matahari yang terbit dari timur, lebih cepat dari daerah lain di Jawa Timur. Selain itu, banyak objek wisata yang belum banyak dikunjungi, sehingga peserta bisa menikmati keindahan Sumenep dengan lebih leluasa, termasuk kuliner khasnya yang unik,” ungkapnya, Minggu, 28/12/2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan Sumenep sebagai destinasi wisata konvensi sejalan dengan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Konsep ini menggabungkan kegiatan pertemuan dengan aktivitas wisata di daerah penyelenggaraan, sehingga pengalaman peserta lebih lengkap sekaligus berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Wisata konvensi bukan sekadar agenda formal di ruang pertemuan. Peserta diajak mengeksplorasi potensi wisata daerah, mulai dari destinasi budaya, kuliner, hingga produk UMKM lokal.
Di Sumenep, konsep itu mulai terlihat nyata. Peserta tidak hanya mengikuti rapat atau seminar, tetapi juga mengunjungi berbagai destinasi unggulan, seperti Keraton Sumenep, Masjid Jamik, Museum Keraton, Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Asta Tinggi. Beberapa peserta bahkan menilai kunjungan ke kepulauan seperti Gili Labak dan Gili Iyang, yang dikenal memiliki kadar oksigen tinggi, sebagai pengalaman paling berkesan.
Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan sejarah, budaya, dan alam Sumenep secara langsung.
Dari sisi akomodasi, seluruh rangkaian kegiatan reuni difokuskan di Myze Hotel. Hotel ini tidak hanya menyediakan kamar yang nyaman, tetapi juga ruang pertemuan modern, fasilitas lengkap, dan lokasi strategis yang mendukung setiap agenda.
Myze Hotel menjadi jantung kegiatan, tempat peserta berkumpul, bernostalgia, sekaligus menikmati suasana lokal yang khas Sumenep.
Pelibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dari pengalaman ini. Produk kerajinan, kuliner khas Madura, hingga jasa pendukung lokal merasakan dampak langsung dari kunjungan peserta.
Aktivitas reuni di Myze Hotel tidak hanya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Sumenep sebagai kota yang ramah, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala regional maupun nasional.
Dengan perpaduan antara kekayaan budaya dan alam, fasilitas modern Myze Hotel, serta potensi UMKM yang terus berkembang, Sumenep memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata konvensi secara berkelanjutan.
Kota ini tidak hanya menjadi tujuan wisata rekreasi, tetapi juga destinasi pertemuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk menanam pengalaman, membangun jaringan, dan memupuk nilai ekonomi lokal.
Di ujung timur Madura, Sumenep perlahan menegaskan diri sebagai kota berkarakter: tempat modernitas bertemu tradisi, pertemuan berskala besar bersanding dengan pengalaman lokal, dan setiap langkah menyimpan cerita yang tak mudah dilupakan.
Penulis : Redaksi









