Bupati Sumenep Imbau Masyarakat Isi Ramadan dengan Ibadah, Kebersamaan, dan Ketertiban

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau seluruh masyarakat agar menjadikan Bulan Suci Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas daerah. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana Ramadan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan diri untuk meningkatkan kualitas spiritual, sosial, serta kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan adalah ruang pendidikan karakter. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengisinya dengan memperbanyak ibadah, memperkuat ukhuwah, serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati kepada Media Center, Rabu (18/02/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana yang aman dan nyaman selama pelaksanaan ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan keagamaan lainnya, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi serta saling menghormati antarumat beragama.

“Seluruh elemen masyarakat hendaknya terus merawat kebersamaan dan semangat gotong royong agar kehidupan sosial di Kabupaten Sumenep tetap harmonis,” tambahnya.

Aturan Ramadan untuk Ketertiban Bersama
Dalam rangka menjaga ketenteraman umum, Pemerintah Kabupaten Sumenep menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Surat edaran tersebut memuat sejumlah imbauan, di antaranya pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan.

Pemilik usaha makanan dan minuman diimbau menghormati umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan menyesuaikan jam operasional siang hari, yang dianjurkan mulai pukul 14.00 WIB, serta tetap menjaga etika dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Selain itu, masyarakat dilarang memperjualbelikan minuman beralkohol atau minuman keras, petasan, mercon, maupun bahan peledak sejenis selama Bulan Suci Ramadan. Penggunaan pengeras suara (toa) juga dibatasi paling lambat hingga pukul 22.00 WIB, dan setelah itu disesuaikan dengan kebutuhan ibadah agar tidak mengganggu ketenteraman warga.
Kegiatan membangunkan sahur atau musik sahur diperbolehkan mulai pukul 02.00 WIB dengan ketentuan dilaksanakan secara tertib, sopan, tidak berlebihan, serta menghindari potensi gangguan ketertiban umum. Masyarakat juga diminta tidak melakukan balap liar maupun aktivitas lain yang berisiko mengganggu keamanan lingkungan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru