SUMENEP, detikzone.id — Sebuah tulisan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk dibaca. Namun, sebuah kebaikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat meninggalkan kenangan jauh lebih panjang.
Semangat itulah yang terus dibawa Detikzone.id melalui Program Sedekah Setiap Hari. Setelah berhasil melewati target awal 101 hari, gerakan berbagi tersebut kini terus berjalan dan memasuki hari ke-103, Sabtu (12/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim yang digaungkan Detikzone.id, yakni menghadirkan aktivitas jurnalistik yang tidak hanya berorientasi pada pemberitaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, profesi jurnalis bukan semata-mata tentang seberapa banyak berita yang ditulis, seberapa sering nama muncul dalam pemberitaan, atau seberapa luas sebuah tulisan dibaca.
Lebih dari itu, ada pertanyaan yang lebih penting: apa yang dapat ditinggalkan seorang jurnalis untuk masyarakat?
Bukan Sekadar Menulis
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan, perjalanan Program Sedekah Setiap Hari merupakan bagian dari upaya menjadikan profesi jurnalistik sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat.
“Jurnalis yang akan dikenang bukan hanya karena tulisannya, tetapi karena manfaat yang pernah diberikan kepada sesama. Tulisan bisa dibaca kemudian dilupakan, tetapi ketika kita pernah hadir membantu orang yang membutuhkan, insyaallah kebaikan itu akan tetap menjadi kenangan,” ujarnya.
Menurutnya, seorang jurnalis tetap harus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Namun, di luar tugas tersebut, tidak ada salahnya apabila profesi yang dimiliki juga menjadi pintu untuk membantu masyarakat.
“Jurnalisme bagi kami bukan hanya bagaimana memberitakan persoalan masyarakat. Ketika kita melihat ada masyarakat yang membutuhkan dan kita memiliki kemampuan untuk membantu, mengapa tidak kita jadikan profesi ini sebagai jembatan kebaikan?” katanya.
101 Hari Terlewati, Perjalanan Berlanjut
Capaian 101 hari Program Sedekah Setiap Hari sebelumnya ditandai dengan Santunan Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musola Umum yang dibangun Detikzone.id di kawasan Asta Bong, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Namun, pencapaian tersebut tidak menjadi titik akhir. Justru setelah melewati 101 hari, Detikzone.id menetapkan target lanjutan hingga 1.001 hari.
“Alhamdulillah, 101 hari sudah kita lewati. Tetapi kita tidak ingin berhenti di sana. Sekarang sudah masuk hari ke-103 dan insyaallah kita lanjutkan menuju 1.001 hari,” ungkapnya.
Ia menyadari bahwa perjalanan menuju 1.001 hari bukan sesuatu yang mudah. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.
“Program ini tidak mungkin berjalan sendirian. Rezeki yang kita terima juga ada melalui perantara orang lain. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada keluarga, sahabat, relasi dan seluruh Hamba Allah yang selama ini ikut membersamai,” tuturnya.
Kebaikan yang Menyentuh Banyak Kalangan
Selama berjalan, Program Sedekah Setiap Hari telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Mulai dari anak yatim, lansia, janda dhuafa, penyandang disabilitas, buruh harian, nelayan, pedagang kecil, pemulung, tukang becak hingga masyarakat yang bekerja secara serabutan. Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan maupun informasi dari masyarakat mengenai warga yang membutuhkan bantuan.
Bukan hanya santunan, Detikzone.id juga menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan material rumah tidak layak huni, penyaluran Al-Qur’an, sembako, bantuan penyandang disabilitas, bantuan ibu melahirkan hingga masyarakat terdampak bencana.
Ke depan, Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Musola Umat Menjadi Bagian dari Perjalanan
Selain program sedekah harian, pembangunan Musola Umum di kawasan Asta Bong menjadi salah satu bagian dari perjalanan kepedulian tersebut. Musola yang dibangun Detikzone.id itu diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah, musola itu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemarin kita isi dengan santunan dan Maulid Nabi. Harapannya, musola tersebut terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal kebaikan yang tidak berhenti,” katanya.
Hari ke-103 menjadi bukti bahwa target 101 hari bukanlah akhir dari perjalanan.
Detikzone.id memilih untuk terus berjalan dengan semangat yang sama: berbagi, peduli dan memberikan manfaat.
“Kita tidak tahu sampai kapan usia kita. Karena itu, selagi masih diberikan kesempatan dan kemampuan, mari berbuat sesuatu yang bermanfaat. Target kita sekarang 1.001 hari. Semoga Allah memberikan kesehatan, rezeki dan kesempatan untuk terus menjalankannya,” ujarnya.
Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan Hamba Allah yang telah ikut menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
“Terima kasih kepada keluarga dan Hamba Allah yang telah memberikan doa, dukungan, kepercayaan dan terus membersamai kegiatan ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” pungkasnya.
Hari ke-103 bukan hanya tentang bertambahnya satu angka dalam perjalanan sedekah. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa setiap profesi memiliki ruang untuk berbuat baik.
Karena pada akhirnya, seorang jurnalis mungkin dikenang dari apa yang pernah ditulisnya. Tetapi bisa jadi, ia lebih lama dikenang dari kebaikan yang pernah dilakukannya.







