SUMENEP, Detikzone.id – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengeluarkan ultimatum tegas kepada seluruh pemilik dapur program MBG (Makanan Bergizi Gratis) agar memperhatikan kualitas makanan yang disalurkan kepada anak-anak. Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan publik terkait standar makanan dalam program MBG yang selama ini dinilai belum konsisten.
“Dalam program MBG, kualitas dan keamanan makanan bagi anak-anak kita adalah prioritas utama. Saya mengimbau seluruh pemilik dapur untuk memperhatikan hal ini dengan serius dan memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan aturan,” tegas Bupati Fauzi saat berada di Kecamatan Guluk-guluk, Rabu (05/03/2026), didampingi Ketua PKDI Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, Camat, dan pengurus PKDI.
Bupati memastikan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi ke beberapa dapur MBG untuk memastikan standar kebersihan, kualitas bahan, dan prosedur produksi makanan telah dipatuhi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak segan-segan memberikan rekomendasi kepada pihak yang berwenang, termasuk melaporkan ke BGN pusat, jika ada dapur yang tidak memenuhi standar,” imbuhnya.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan anak-anak dan memastikan program MBG benar-benar memberi manfaat. Masyarakat pun diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan program agar setiap anak menerima makanan bergizi yang layak dan aman.
“Program MBG adalah tanggung jawab bersama. Anak-anak kita berhak mendapatkan nutrisi yang baik, dan semua pihak harus memastikan janji itu ditepati,” pungkas Bupati Fauzi.
Ultimatum Bupati ini menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar formalitas. Di balik setiap kotak makanan, ada harapan anak-anak dan kepercayaan orang tua terhadap pemerintah. Standar gizi, kebersihan, dan kualitas bahan adalah prioritas yang tak bisa ditawar.
Jika pengawasan berjalan serius, program MBG tidak hanya memberi makan, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan menanamkan budaya tanggung jawab sosial. Masyarakat, orang tua, dan pemangku kepentingan lain harus aktif mengawasi agar anak-anak tidak menjadi korban kelalaian. Dengan kolaborasi semua pihak, MBG dapat menjadi contoh nyata keberhasilan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga masa depan generasi penerus.







