Duet Dandim Sumenep–Dandim Surabaya Guncang Cafe Mami Muda, Simbol Keakraban, Kekompakan, dan Humanisme TNI Tanpa Sekat

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dandim 0827/Sumenep, Citra Persada, bersama Dandim Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han., saat berduet membawakan lagu “Ku Tak Bisa” di Cafe Mami Muda, Jumat malam (29/5/2026). Aksi keduanya sontak mengundang tepuk tangan meriah dan menciptakan suasana hangat penuh keakraban di tengah acara silaturahmi.

Dandim 0827/Sumenep, Citra Persada, bersama Dandim Surabaya Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han., saat berduet membawakan lagu “Ku Tak Bisa” di Cafe Mami Muda, Jumat malam (29/5/2026). Aksi keduanya sontak mengundang tepuk tangan meriah dan menciptakan suasana hangat penuh keakraban di tengah acara silaturahmi.

SUMENEP, Jumat malam, 29/5/2026 — Suasana Cafe Mami Muda malam ini benar-benar berbeda. Tempat yang biasanya dipenuhi obrolan santai mendadak berubah menjadi lautan tepuk tangan, sorakan hangat, dan alunan musik penuh emosi ketika dua perwira TNI tampil satu panggung membawakan lagu legendaris milik Slank berjudul “Ku Tak Bisa”.

Momen langka dan penuh keakraban itu terjadi dalam kegiatan silaturahmi yang dihadiri puluhan awak media, praktisi hukum, aktivis, hingga rombongan tamu dari Surabaya bersama Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, dan Dandim Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han.

Sejak awal acara, suasana sebenarnya sudah terasa hangat. Letkol Inf Citra Persada lebih dulu mencuri perhatian para tamu saat mengambil mikrofon dan membawakan lagu “Ijinkan Aku Menyayangimu”. Dengan suara merdu, penuh penghayatan, dan pembawaan santai, Dandim Sumenep sukses membuat seluruh sudut cafe mendadak hening.
Para tamu tampak larut menikmati lagu yang dibawakannya. Sebagian ikut bersenandung pelan, sebagian lainnya mengangkat telepon genggam untuk merekam momen yang dinilai sangat berkesan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tepuk tangan panjang berkali-kali pecah usai lagu selesai dinyanyikan.
Namun malam itu ternyata belum mencapai puncaknya.

Suasana mendadak semakin riuh ketika Dandim Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, naik ke atas panggung dan berdiri berdampingan dengan Letkol Inf Citra Persada. Keduanya kemudian berduet membawakan lagu “Ku Tak Bisa” milik Slank.

Alunan musik langsung menggema memenuhi Cafe Mami Muda. Dengan penuh penghayatan, dua komandan TNI tersebut menyanyikan setiap bait lagu hingga membuat suasana berubah menjadi sangat emosional namun hangat.

Sorak sorai pengunjung langsung pecah. Tepuk tangan terdengar hampir di setiap sudut cafe. Beberapa tamu bahkan tampak berdiri sambil ikut bernyanyi mengikuti lirik lagu yang begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia itu.

Momen duet tersebut sontak menjadi pusat perhatian malam ini. Banyak tamu menyebut suasana seperti itu sangat jarang terjadi, terlebih melihat dua sosok komandan TNI tampil santai, akrab, dan penuh kekeluargaan di tengah masyarakat.

“Ini luar biasa. Biasanya kami melihat beliau tegas di lapangan, malam ini justru tampil hangat dan penuh persahabatan,” ujar salah satu tamu yang hadir.

Kehangatan malam itu semakin terasa karena tidak ada sekat antara pejabat, media, aktivis, maupun masyarakat. Semua larut dalam suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Duet Letkol Inf Citra Persada dan Kolonel Inf Bambang Raditya malam ini pun seakan menjadi simbol bahwa TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional dan hubungan humanis bersama masyarakat.

Cafe Mami Muda malam ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan menjadi saksi lahirnya suasana persaudaraan, keakraban, dan kebersamaan yang sulit dilupakan oleh seluruh tamu yang hadir.

Penulis : Red

Berita Terkait

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme
Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat
Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Berita Terbaru