Surel Gus Lilur Digubris Presiden, Permen KP 5/2026 Resmi Ubah Arah Tata Niaga Lobster

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Detikzone.id — Sebuah surel yang dikirim langsung kepada Presiden RI akhirnya berbuah kebijakan nasional. Pengusaha asal Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), mengungkapkan bahwa surat elektronik yang ia kirim kepada Presiden Prabowo Subianto mendapat respons konkret berupa terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 5 Tahun 2026.

Permen tersebut merevisi Permen KP Nomor 7 Tahun 2024 yang sebelumnya menuai kritik dari Gus Lilur, terutama terkait kebijakan ekspor Benih Bening Lobster (BBL). Dalam surelnya, Gus Lilur mengusulkan agar pemerintah menghentikan ekspor BBL ke Vietnam dan menggantinya dengan ekspor lobster berukuran minimal 50 gram.

“Permen KP Nomor 5 Tahun 2026 adalah ide murni yang saya tulis langsung dalam surel kepada Presiden dan kemudian dipublikasikan oleh rekan-rekan wartawan. Alhamdulillah, direspons positif dengan lahirnya regulasi baru,” kata Gus Lilur, Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang dinilainya terbuka terhadap gagasan dari masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tubagus Haeru Rahayu yang melakukan kajian teknis hingga kebijakan lama direvisi.

Menurut Gus Lilur, respons cepat pemerintah menunjukkan kepemimpinan yang mampu mendengar aspirasi sekaligus memahami realitas di lapangan.

“Ini bukti bahwa Presiden dan jajaran kementeriannya mampu menerjemahkan persoalan nyata secara tepat. Kebijakan ini bukan hanya untuk Balad Grup, tapi untuk seluruh pengusaha budidaya laut dan nelayan,” ujarnya.

Ia menilai perubahan kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi dunia usaha perikanan nasional, sekaligus membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi nelayan dibandingkan praktik ekspor benih.

Gus Lilur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan merespons kebijakan ini secara positif. Ia mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memperketat pemberantasan penyelundupan BBL serta mengajak nelayan dan pelaku usaha menyesuaikan diri dengan skema baru ekspor lobster konsumsi.

“Ini momentum baik bagi semua pihak. Jika dikelola cerdas, kebijakan ini menjadi sumbangsih nyata bagi kedaulatan ekonomi kelautan Indonesia,” pungkas alumni santri Denanyar, Jombang tersebut.

Penulis : ANton

Editor : Anton

Berita Terkait

Tempuh Ratusan Kilometer, Seorang Sopir Bis Kembalikan Dompet Penumpangnya yang Terjatuh
Sejumlah Kepala Sekolah Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili
Damkar Pemalang Selamatkan Anak Kucing, Terjebak Dua Hari di Atap Bangunan
Kematangan Iman Teruji dari Sikap Menghargai Perbedaan
BNN Kendal Gandeng Pekerja Seni, Edukasi Bahaya Narkotika 
28 Tahun Reformasi: Demokrasi Bertumbuh, Tapi Keadilan dan Kemandirian Ekonomi Dinilai Belum Tuntas
Polres Pemalang Berhasil Ungkap Pencurian Kabel Feeder Tower, 4 Orang Diamankan
Affiliate Marketing: Wajah Baru Kewirausahaan Digital ala Gen Z

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 12:51 WIB

Tempuh Ratusan Kilometer, Seorang Sopir Bis Kembalikan Dompet Penumpangnya yang Terjatuh

Senin, 25 Mei 2026 - 12:44 WIB

Sejumlah Kepala Sekolah Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:18 WIB

Damkar Pemalang Selamatkan Anak Kucing, Terjebak Dua Hari di Atap Bangunan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:51 WIB

Kematangan Iman Teruji dari Sikap Menghargai Perbedaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:06 WIB

BNN Kendal Gandeng Pekerja Seni, Edukasi Bahaya Narkotika 

Berita Terbaru

POLITIK

Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:03 WIB