Kediri, Detikzone.id – Semangat persaudaraan menyelimuti pertemuan eksklusif Organisasi Ninja Yakuza Maneges Indonesia dalam acara buka puasa bersama (Bukber) yang digelar di Luv! Gold, Kota Kediri, pada Kamis (5/3/2026).
Momentum ini menjadi sangat istimewa dihadiri langsung pendiri organisasi, Den Gus Thuba (DGT), serta puluhan pengurus dan ratusan anggota yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Kehadiran anggota dari wilayah Tulungagung, Ngawi, Madiun, Magetan, Pacitan, Trenggalek, hingga Banyuwangi, serta wilayah Jawa Tengah dan DIY seperti Sukoharjo, Jogjakarta, Salatiga, dan Semarang, menegaskan soliditas organisasi yang menembus batas wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara dibuka dengan suasana hangat berbuka puasa bersama hidangan mewah ala resto Luv! Gold, dilanjutkan dengan ramah tamah yang diiringi hiburan musik dari Yakuza Ladies.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Jack, Ketua Wilayah Kediri, memberikan sambutan hangat sekaligus membocorkan agenda besar organisasi dalam waktu dekat.
“Kenapa tidak diundang semuanya? Karena kita berencana mengagendakan deklarasi masing-masing wilayah, setelah lebaran wilayah Kediri akan deklarasi, kemudian akan dilanjutkan wilayah wilayah lain yang sudah siap. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi dan mempertegas arah gerak organisasi ke depan,” ujar Bang Jack di hadapan para anggota, seraya teriak yel-yel organisasi ninja tersebut, “Yakuza Maneges: Gas Tanpa Ampun.”
Sementara itu, Ketua Umum Yakuza Maneges, Bang Hari, dalam sambutannya menyampaikan pernyataan berani mengenai posisi organisasi di tengah dinamika sosial politik tanah air. Ia menekankan bahwa Yakuza Maneges harus menjadi antitesis dari karut-marut penegakan hukum saat ini.
”Alhamdulillah, organisasi ini lebih baik daripada organisasi-organisasi yang ada di Indonesia. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk menjadi contoh dalam penegakan supremasi hukum yang ada di Indonesia, yang saat ini memang kita rasakan sudah tidak sehat,” tegas Bang Hari.
Dia juga menyampaikan ketidakadilan yang pernah dialami oleh anggota, salah satunya Don Yunus, akibat adanya penyimpangan hukum di beberapa waktu lalu.
”Mohon maaf karena banyak penyimpangan yang sudah pernah dirasakan oleh saudara kita (Don Yunus). Semoga perjuangan teman-teman dapat memberikan contoh terbaik di masyarakat dalam menjalankan visi dan misi Yakuza Maneges. Semua ini tentu tidak lepas dari arahan dan petunjuk beliau, Den Gus Thuba,” tambahnya.
Suasana berubah menjadi sangat khidmat dan penuh haru saat Don Yunus Blambangan dari Banyuwangi menyampaikan siraman rohani. Dengan suara lirih dan tersedu, ia mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam kepada para guru spiritualnya.
”Yang saya hormati sebelumnya, almarhum Gus Miek. Saya merasa beliaunya hadir di antara kita saat ini. Aku yakin beliaunya, karomahnya ada di sini,” ucap Don Yunus dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga mengenang titik balik kehidupannya yang tidak lepas dari peran Mbah Gus Robert.
“Saya hormati juga Mbah Gus Robert yang menemukan saya pertama kali di jalanan. Beliau mengajarkan kita banyak hal, namun seperti pesan Gus Miek, inti dari kehidupan adalah bagaimana kita bisa menata hati,” lanjutnya.
Don Yunus secara khusus memberikan penghormatan kepada guru besarnya, Den Gus Thuba (DGT), yang ia sebut sebagai pembimbing utama dirinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Dan yang saya hormati juga guru besar Den Gus Thuba, yang pertama kali ketemu saya langsung diberi gelar Don Yunus. Itulah jalan saya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Perubahan menuju kehidupan yang lebih religius harus dimulai dari dalam, memperkuat nilai spiritual melalui zikir dan doa,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa semangat Dzikrul Ghofilin yang diajarkan Gus Miek harus menjadi napas bagi para anggota agar tetap rendah hati. Don Yunus mengajak seluruh anggota Yakuza Maneges untuk mensyukuri hidayah yang mereka terima setelah menempuh perjalanan hidup yang keras.
“Siapa kita? Yang tahu adalah diri kita sendiri. Keburukan perjalanan hidup di jalanan adalah masa lalu. Saat ini kita dipilih oleh Tuhan, kita dapat petunjuk sehingga kita berkesempatan untuk bertaubat. Kumpul satu kurungan kata Den Gus Thuba, kita akan diangkat semuanya mendapatkan berkah, barokah, dan karomah daripada Al-Qur’an bersama guru besar kita semua,” pungkas Don Yunus.
Menambah semarak suasana, acara juga dimeriahkan dengan penampilan live music jazz yang dibawakan oleh talenta-talenta berbakat dari anggota lintas daerah. Alunan musik jazz ini seolah menjadi simbol harmoni di tengah keberagaman latar belakang anggota yang hadir.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbolisasi ikatan kekeluargaan yang tak terputus. Melalui kegiatan ini, organisasi Yakuza Maneges Indonesia berharap nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan jaringan silaturahmi lintas daerah dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.







