Kampung Unik di Pemalang, Tiap Rumah Miliki Jembatan

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Kabupaten Pemalang dari dulu dikenal sebagai lahan pertanian subur, Karakter tanah gembur dan tidak banyak kandungan bebatuan yang ada di dalamnya, serta sistem saluran irigasi yang memadai, menjadikan daerah di jalur Pantura Provinsi Jawa Tengah ini, menjadi sentra persawahan penghasil beras.

 

Terutama di bagian pesisir utara kota yang dikenal dengan sebutan Pusere Jawa,menjadikan lahan pertanian subur terbentang luas di daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dengan sistem pengairan yang ada, menjadikan banyak saluran-saluran air untuk lahan pertanian terdapat di sini,Kampung Mengoneng di kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang kota menjadi salah satu contohnya.

 

Banyak saluran air melintasi kampung tua ini , yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, Dimana menurut catatan sejarah yang ada, Mengoneng merupakan pusat pemerintahan Kadipaten Pemalang pada zaman dulu.

Dengan bertambahnya pemukiman warga yang mendiami di sepanjang saluran air di Kampung Mengoneng. Maka hampir setiap rumah yang ada, membangun jembatan di depan rumahnya sebagai akses masuk tiap tiap rumah warga yang membangun rumah persis di pinggiran atau depan saluran air yang mengalir mengelilingi kampung yang terletak di kelurahan Bojong Bata, Kecamatan Pemalang kota.

 

Menurut Mang Ipin (65), seorang warga asli kelahiran dan menghabiskan hari tuanya di Kampung Mengoneng, pada sekitar tahun 60 an ada 4 saluran air yang membelah kampung, rata-rata dari 4 saluran lebarnya antara 3 sampai 4 meter.

 

Ini bisa di buktikan dengan masih berfungsinya pintu air sebagai pembagi debit air buat mengaliri lahan persawahan warga.

 

“Sekarang tinggal dua, saluran airnya karena di tutup buat jalan mas,” terang Mang ipin, pada Rabu (3/6 ).

 

Thohir (40 ) salah satu penghuni yang rumahnya di depan saluran air, dirinya membangun jembatan di depan rumahnya, yang juga digunakan sebagai tempat usaha, karena tetangganya juga membangun jembatan di depan rumah mereka.

 

“Untuk ijinnya dari kantor pengairan,” katanya singkat.

 

Padatnya penduduk di daerah perkotaan menjadikan pembangunan rumah terus bertambah dan sarana jalan serta jembatan di Kampung Mengoneng juga tidak dapat dihindari, menjadikan setiap rumah disini membangun jembatan didepan rumahnya.

Kampung yang dikelilingi dengan saluran air ini semakin padat hunian rumah warga dan juga pembangunan jembatannya baik jembatan dari kayu ataupun cor – coran beton menjadikan Kampung Mengoneng terlihat bak kampung seribu jembatan.Selain  juga sebagai kampung sejarah berdirinya kabupaten Pemalang.*( Ragil)*

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep
Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga
Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut
Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa
Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37 WIB

Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:52 WIB

Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB

Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:52 WIB

Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa

Berita Terbaru