JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menyambut hangat pengukuhan pengurus sekaligus deklarasi Yakuza Maneges Wilayah Jember, Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh keakraban di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember pada Minggu (2/8/2026) malam.
Acara pengukuhan dan deklarasi organisasi ini dihadiri langsung oleh pendiri Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, beserta jajaran tim eksekutif pusat. Turut hadir di lokasi acara Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan.
Dalam pidato hangatnya, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait memberikan apresiasi atas terlaksananya silaturahmi besar ini. Di hadapan para hadirin, ia secara terbuka menyinggung adanya perhatian dan tanggapan beragam dari sebagian masyarakat terkait penggunaan Pendopo Wahyawibawagraha sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang sempat agak sedikit kontroversi karena ada di Pendopo Kabupaten Jember. Tapi saya sampaikan kepada jajaran saya, ‘Yakuza Maneges ini boleh sangar penampilannya, tapi hatinya penuh cinta,'” kata Bupati Fawait yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari jajaran pengurus dan tamu undangan.
Menurut Gus Fawait, sebuah organisasi tidak boleh hanya dinilai dari nama atau penampilan luar semata, melainkan dari ikhtiar dan kontribusi nyata yang dihadirkan untuk kemaslahatan masyarakat luas.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemkab Jember tersebut menegaskan optimisme dan keyakinannya bahwa Yakuza Maneges Wilayah Jember mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal visi “Jember Baru, Jember Maju”.
Bupati Fawait menekankan bahwa perbedaan sudut pandang merupakan hal yang wajar dalam sebuah dinamika sosial. Namun, fokus utama seluruh elemen masyarakat saat ini adalah bersatu demi menyukseskan visi besar jangka panjang.
“Saya meyakini kehadiran Yakuza Maneges ini bisa menjadi mitra Pemkab Jember untuk membawa Jember baru, Jember maju. Soal kontroversi, seminggu-dua minggu itu biasa. Maksimal sebulan lah, itu biasa. Dan Insya Allah, kontroversi itu bagian dari jalan untuk syi’ar bahwa hari ini semua pihak sedang berjuang mewujudkan Indonesia emas 2045, seperti yang disampaikan oleh presiden Prabowo Subianto. Dan Yakuza Maneges melalui jalurnya—meski mungkin pahit di awal—saya yakin akan manis pada akhirnya,” tegas Bupati Fawait penuh optimisme.
Menutup sambutannya, Bupati Fawait menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung suksesnya acara pengukuhan ini.
Secara khusus, beliau menyapa dan mengapresiasi kehadiran para ulama, kiai, tokoh agama, unsur TNI-Polri, serta jajaran Forkopimda yang terus menjaga kondusivitas wilayah.
“Terima kasih kepada Pak Dandim (atau yang mewakili), jajaran Forkopimda, OPD, KH. Ahmad Vadhiq Muzakki, KH. Madini Farouq, para kiai, penceramah, dan seluruh tokoh masyarakat atas kehadirannya malam ini. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi Kabupaten Jember,” pungkasnya.
Rangkaian acara pengukuhan dan deklarasi pengurus Yakuza Maneges Wilayah Jember tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antarelemen masyarakat yang hadir.(red/BG17)
Penulis : Bimo







