Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Kesunyian malam di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, mendadak pecah oleh suara batu dan deru truk pengangkut material. Di saat sebagian besar warga beristirahat, puluhan orang justru bergotong royong menyiapkan pembangunan Jembatan Sungai Panile, salah satu sasaran Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura yang digelar Kodim 0827/Sumenep.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 19.21 WIB itu dipimpin Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Serda Nor Fausi. Bersama tiga tukang dan 12 warga, mereka bahu-membahu menurunkan material agar pekerjaan konstruksi dapat dipercepat.

Sebanyak tiga dump truk batu gunung, satu dump truk batu cor, satu dump truk pasir hitam, serta 50 sak semen diturunkan ke lokasi. Material tersebut akan menjadi fondasi awal pembangunan jembatan berstruktur beton WF yang diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat Dusun Panile.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski hanya diterangi lampu seadanya, semangat gotong royong antara TNI dan warga tidak surut. Mereka rela bekerja hingga larut malam demi mempercepat terwujudnya jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Serda Nor Fausi menjelaskan, pekerjaan dilakukan pada malam hari agar proses pembangunan lebih efektif. Menurutnya, pada siang hingga sore hari sebagian besar warga masih bekerja sehingga malam dimanfaatkan untuk menyiapkan seluruh kebutuhan material.

“Siang hingga sore warga banyak yang bekerja. Malam ini kami manfaatkan untuk menyiapkan seluruh material agar besok pekerjaan konstruksi bisa langsung berjalan. Yang terpenting, pembangunan tidak kehilangan waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program Karya Bakti Skala Besar (KBSB).

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Alhamdulillah warga datang dengan kesadaran sendiri. Inilah semangat Karya Bakti, TNI dan rakyat bekerja bersama membangun kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Mahmud, salah seorang warga Dusun Panile, mengaku rela bekerja hingga malam karena jembatan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kalau untuk jembatan yang nanti dinikmati bersama, kami rela membantu sampai malam. Semoga pembangunannya lancar dan segera selesai karena akses ini memang sangat dibutuhkan warga,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan TNI dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang persatuan dan kepedulian untuk mewujudkan harapan bersama.

 

Berita Terkait

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis
Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton
Satu Per Satu Aksi Gelapnya Terbongkar, Endang Dasawisatra Jadi DPO
Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat
APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:10 WIB

MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum

Berita Terbaru