Kendal – Upaya mengoptimalkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) membuahkan hasil. Lapas Kelas IIA Kendal berhasil memanen 8 ton jagung dari lahan seluas 1 hektare, Sabtu (1/8). Kegiatan panen dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso, Kepala Lapas Kelas IIA Kendal Ary Niryanto, seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Kendal, serta warga binaan yang selama ini terlibat dalam program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Panen tersebut menjadi wujud nyata keberhasilan pembinaan berbasis kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Selain menghasilkan komoditas pertanian, program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, mengapresiasi komitmen Lapas Kendal dalam mengembangkan pembinaan yang produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ketahanan pangan seperti ini tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan etos kerja warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat. Saya berharap inovasi seperti ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Ary Niryanto, menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil sinergi antara petugas dan warga binaan dalam mengelola SAE.
“Lahan yang kami manfaatkan hari ini bukan sekadar menghasilkan jagung, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, bekerja, dan mandiri bagi warga binaan. Inilah esensi pembinaan yang ingin terus kami hadirkan di Lapas Kendal,” tutupnya.( Ragil).







