TRITURA Petani Tembakau Madura Mengguncang Jakarta, Tiga Tuntutan Keras Gus Lilur Soroti Nasib Rokok Rakyat

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gelombang keresahan dari petani tembakau Madura kini resmi menggema hingga ke pusat kekuasaan. Persoalan rokok ilegal dan carut-marut tata kelola cukai kembali menjadi sorotan tajam, setelah muncul desakan keras agar pemerintah segera melakukan perubahan kebijakan secara fundamental.

Tiga tuntutan besar yang diberi nama TRITURA Petani Tembakau Madura kini menjadi simbol perlawanan sekaligus harapan baru bagi ribuan pelaku usaha kecil dan petani tembakau di Madura.

Gagasan ini disuarakan oleh HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), pengusaha rokok sekaligus Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), yang menegaskan bahwa pendekatan selama ini tidak lagi mampu menyelesaikan akar persoalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasinya sudah sangat jelas. Kalau hanya mengandalkan penindakan, masalah ini tidak akan pernah selesai. Harus ada keberanian politik untuk mengubah kebijakan,” tegas Gus Lilur dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Menurutnya, industri tembakau rakyat kini berada di persimpangan jalan: antara bertahan dalam tekanan atau diselamatkan melalui kebijakan yang berpihak.
Tiga Tuntutan Kritis TRITURA Petani Tembakau Madura

Tuntutan pertama adalah peralihan rokok ilegal menuju rokok legal.

Gus Lilur menekankan bahwa negara tidak boleh hanya hadir sebagai penindak, tetapi juga sebagai pembuka jalan bagi pelaku usaha kecil yang ingin naik kelas ke sistem legal.
Ia menilai banyak pelaku usaha berada dalam “zona abu-abu” akibat rumitnya akses legalitas.

“Pengusaha kecil jangan hanya dikejar. Mereka harus dibimbing dan difasilitasi agar masuk ke sistem resmi negara,” ujarnya.

Tuntutan kedua adalah realisasi segera cukai rokok rakyat oleh Kementerian Keuangan RI. Kebijakan ini dinilai sebagai kunci untuk menciptakan keadilan fiskal bagi pelaku usaha kecil.

Gus Lilur bahkan mendesak agar kebijakan tersebut tidak lagi berhenti pada wacana.

“Ini sudah terlalu lama ditunggu. Jangan sampai janji hanya menjadi narasi tanpa realisasi. Berikan ruang hidup bagi rokok rakyat,” katanya dengan nada tegas.
Ia juga menyebut bahwa tanpa kebijakan cukai yang adaptif, persoalan rokok ilegal akan terus berulang tanpa ujung.

Tuntutan ketiga adalah penerbitan Peraturan Pemerintah tentang KEK Tembakau Madura oleh Presiden RI. Menurutnya, KEK Tembakau merupakan solusi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“KEK Tembakau Madura bukan sekadar proyek ekonomi, tapi masa depan petani dan industri rakyat. Ini harus segera diwujudkan,” tegasnya.

Seruan Perubahan Kebijakan Nasional
Gus Lilur menegaskan bahwa TRITURA Petani Tembakau Madura bukan sekadar slogan, melainkan seruan serius terhadap reformasi kebijakan di sektor tembakau nasional.

Ia menekankan bahwa negara harus hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelindung dan penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau kita ingin industri ini sehat, maka kebijakannya harus adil. Petani harus hidup, pelaku usaha harus berkembang, dan negara juga harus mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya.

Dengan menguatnya desakan ini, TRITURA Petani Tembakau Madura kini menjadi sinyal kuat bahwa gejolak di sektor tembakau rakyat belum akan mereda, justru semakin mengarah pada tuntutan perubahan kebijakan secara nasional.

Penulis : Anton

Berita Terkait

KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf
Fasiltas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata
Pelantikan Pejabat Manajerial dan Pisah Sambut di Lapas Kendal
Pakar Hukum Soroti Kasus Mawardi Khairi, Tanpa Mens Rea dan Actus Reus Tak Bisa Dipidana
Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli
Lawan Rentenir dan Perkuat UMKM, TPAKD Sumenep Gaspol Program Keuangan 2026
NU Bukan Komoditas! Muktamar Harus Murni dan Bersih dari Mainan Aktor Politik
PT Wijaya Maritim Agensi Tawarkan Layanan Keagenan Kapal Profesional di Gresik

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:29 WIB

TRITURA Petani Tembakau Madura Mengguncang Jakarta, Tiga Tuntutan Keras Gus Lilur Soroti Nasib Rokok Rakyat

Kamis, 16 April 2026 - 15:14 WIB

KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf

Kamis, 16 April 2026 - 14:14 WIB

Fasiltas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan Pejabat Manajerial dan Pisah Sambut di Lapas Kendal

Kamis, 16 April 2026 - 14:11 WIB

Pakar Hukum Soroti Kasus Mawardi Khairi, Tanpa Mens Rea dan Actus Reus Tak Bisa Dipidana

Berita Terbaru