Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, detikzone.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) kembali menjadi keluhan para pengemudi mobil online di Kabupaten Pemalang. Lonjakan harga yang mencapai Rp16.250 per liter dinilai semakin menekan pendapatan para driver yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

Salah seorang pengemudi mobil online, Risky (30), mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli Pertamax demi menjaga performa kendaraan yang digunakannya untuk bekerja. Meski berat, ia terpaksa menerima kondisi tersebut karena operasional kendaraan tidak mungkin dihentikan.

“Mau bagaimana lagi. Kalau sudah naik begini ya naik. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Untuk bisa jalan ya terpaksa harus beli,” ujar Risky saat ditemui, Sabtu (13/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan pengemudi bus malam itu menjelaskan bahwa dirinya rutin mengisi bahan bakar sekitar 10 liter setiap hari.

Dengan kenaikan harga Pertamax, pengeluaran hariannya otomatis bertambah, sementara pendapatan yang diperoleh dari menarik penumpang tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Menurutnya, penggunaan Pertamax menjadi kebutuhan agar mesin kendaraan tetap bekerja optimal dan terjaga performanya. Namun di sisi lain, biaya operasional yang terus meningkat membuat keuntungan yang dibawa pulang semakin menipis.

“Kalau pakai BBM yang sesuai spesifikasi kendaraan, mesin lebih nyaman. Tapi sekarang biaya operasional semakin besar, sementara pendapatan tidak bertambah,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pemalang, Andi Rustono. Ia menuturkan bahwa kenaikan harga BBM membuat banyak pengemudi terkejut karena terjadi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Menurutnya, para driver online saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun di sisi lain biaya operasional kendaraan terus mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga BBM ini membuat seluruh driver online kaget. Pendapatan driver kini semakin berkurang dan pengeluaran makin besar,” ungkap Andi.

Ia menilai kenaikan harga BBM tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Selain memengaruhi biaya transportasi, kenaikan harga bahan bakar juga berpotensi memicu naiknya harga kebutuhan pokok dan biaya distribusi barang.

“Kita tidak boleh pasrah menghadapi kenaikan harga BBM seperti lonjakan harga Pertamax nonsubsidi yang mencapai Rp16.250 per liter. Kita bisa melakukan langkah-langkah strategis untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Kita semua kecewa karena kenaikan BBM akan memengaruhi harga-harga kebutuhan pokok lainnya,” tegasnya.

Kenaikan harga Pertamax tersebut kini menjadi perhatian para pelaku transportasi online di Pemalang. Mereka berharap ada kebijakan yang mampu meringankan beban masyarakat, khususnya para pekerja sektor transportasi yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan bakar untuk menjaga keberlangsungan usaha dan pendapatan sehari-hari.

Keterangan Foto: Pengemudi mobil online mengisi BBM jenis Pertamax di salah satu SPBU di Kabupaten Pemalang. Kenaikan harga Pertamax dinilai semakin menekan pendapatan driver akibat meningkatnya biaya operasional harian.

Berita Terkait

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan
Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama
Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep
Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga
Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:13 WIB

Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:10 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran

Berita Terbaru

NASIONAL

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:47 WIB