BAWEAN – Pemerintah Kabupaten Gresik resmi meluncurkan Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Jumat (31/7/2026). Peluncuran yang dipusatkan di Desa Sungairujing ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui transformasi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Gresik, Hj. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, didampingi jajaran TP PKK Kabupaten Gresik dan sejumlah pejabat daerah. Hadir pula Camat Sangkapura Umar, Camat Tambak, Kepolisian, Unsur Koramil, para kepala desa se-Pulau Bawean, kader PKK, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sangkapura dan Tambak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui transformasi ini, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu kini mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), sehingga menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif.
Camat Sangkapura, Umar Junid, mengatakan keberhasilan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM memerlukan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Program ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saya mengajak seluruh kepala desa di Kecamatan Sangkapura untuk terus bersinergi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat agar implementasi Posyandu 6 Bidang SPM dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Menurut Umar, keberhasilan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar pelayanan dasar dapat menjangkau seluruh lapisan warga hingga tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Gresik, Hj. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah mendukung transformasi Posyandu. Menurutnya, melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu diharapkan menjadi pusat pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, mudah diakses, serta mampu menjawab berbagai kebutuhan warga secara terpadu.
Ia menegaskan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Posyandu 6 Bidang SPM. Dengan sinergi tersebut, manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya warga di Pulau Bawean.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan aktif masyarakat, transformasi Posyandu diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, terpadu, dan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Penulis : Abd Hamid







