Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

Foto: Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo

PPROBOLINGGO – Proyek pembangunan dan rehabilitasi toilet di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo tengah menjadi sorotan tajam. Publik mempertanyakan urgensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk proyek tersebut, mengingat sekolah-sekolah telah menerima Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari APBN yang salah satu fungsinya untuk pemeliharaan fasilitas.

 

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), tercatat ada puluhan paket rehabilitasi toilet sekolah menggunakan metode Pengadaan Langsung (PL) dengan nilai anggaran yang bervariasi. Angka penawaran berkisar antara Rp 61 juta hingga lebih dari Rp 100 juta per paket, ditambah proyek rehabilitasi pagar sekolah yang mencapai Rp 70 juta. Hal ini memicu pertanyaan mengenai tumpang tindih anggaran di tingkat satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, memberikan klarifikasi mengenai adanya pembagian kewenangan yang ketat antara dana pusat (BOSP) dan daerah (APBD).”Sekolah bertindak taat asas dan mengacu sepenuhnya pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026. Berdasarkan regulasi tersebut, batasan kewenangan penggunaan anggaran untuk sarana dan prasarana diatur secara jelas,” ujar Setyorini saat dikonfirmasi.jum at (31/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa Dana BOSP hanya diperuntukkan bagi rehabilitasi kategori ringan. Alokasi ini mencakup pemeliharaan rutin seperti penggantian kran rusak, perbaikan saluran air tersumbat, pergantian keramik pecah dalam jumlah terbatas, atau pengecatan minor agar fasilitas tetap layak guna.”Dana BOSP sama sekali tidak boleh digunakan untuk rehabilitasi kategori sedang atau berat. Itu sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah atau pusat melalui APBD dan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Setiorini membeberkan bahwa hitungan Dana BOSP tahun ini didasarkan pada cut-off jumlah siswa per 31 Agustus di tahun sebelumnya, dengan rincian Rp 900.000 per siswa untuk tingkat SD dan Rp 1.100.000 per siswa untuk tingkat SMP. Dari total penerimaan tersebut, regulasi membatasi anggaran pemeliharaan maksimal hanya 20 persen.

Ketika didesak mengenai nominal pasti batasan proyek yang masuk kategori rehab ringan, Setyorini menjelaskan bahwa penentuan tersebut tidak memakai angka acuan statis, melainkan hasil penilaian teknis di lapangan.”Kami melakukan survei bersama dengan dinas teknis atau Dinas PU. Jadi, angka nominalnya tergantung hasil survei fisik di lapangan, namun aturan mutlaknya tidak boleh melebihi 20 persen dari total penerimaan Dana BOSP sekolah yang bersangkutan,” pungkasnya.

Dengan demikian, pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa proyek toilet puluhan juta yang bersumber dari APBD saat ini sudah sesuai aturan peruntukan, karena masuk dalam kategori rehabilitasi sedang hingga berat yang tidak boleh menyentuh Dana BOSP.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

T Mengaku Dipermalukan Berulang Kali, Admin Arisan Kini Terancam Dilaporkan
Polres Situbondo Amankan ASN Guru Terduga Kekerasan Seksual
Menerobos Jalur Khusus ASN: Tipu-tipu CPNS di Kota Kediri Berujung Laporan Polisi, Kerugian 116 Juta
Saniye Sempat Terlihat Jalan Kaki Malam Hari, Esoknya Ditemukan Meninggal di Sumenep
Satreskrim Polres Sampang Bukan Kaleng-Kaleng
Polres Sampang Gercep Ungkap Pembunuhan Brutal! Menantu Tiri Bacok Mertua hingga Tewas Gara-Gara Sound System
Misteri Mayat Mr. X di Pinggir Pantai Pakandangan Barat Sumenep, Polresta Turun Tangan
Dugaan Penipuan Umrah PT Annisa Ahmada: DPP YLBH Garda Sakera Kawal Laporan 10 Korban ke Polres Mojokerto Kota

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:59 WIB

T Mengaku Dipermalukan Berulang Kali, Admin Arisan Kini Terancam Dilaporkan

Minggu, 27 September 2026 - 10:59 WIB

Polres Situbondo Amankan ASN Guru Terduga Kekerasan Seksual

Kamis, 24 September 2026 - 20:09 WIB

Menerobos Jalur Khusus ASN: Tipu-tipu CPNS di Kota Kediri Berujung Laporan Polisi, Kerugian 116 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 18:55 WIB

Saniye Sempat Terlihat Jalan Kaki Malam Hari, Esoknya Ditemukan Meninggal di Sumenep

Rabu, 23 September 2026 - 23:03 WIB

Satreskrim Polres Sampang Bukan Kaleng-Kaleng

Berita Terbaru