PROBOLINGGO – Guna memperkuat mutu pelayanan kesehatan sekaligus mengasah kesiapan para dokter muda di lapangan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo resmi menerima 24 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2026 pada Senin (28/9/2026).
Kehadiran para sejawat muda ini diharapkan menjadi jembatan krusial dalam menyelaraskan ilmu akademik dengan realitas pelayanan kesehatan masyarakat.Para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan profesi kedokteran ini akan menjalani fase pemantapan kemahiran dan kemandirian. 
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama program berlangsung, mereka dituntut untuk menyelami berbagai dinamika pelayanan serta program kesehatan yang bergulir di wilayah Kabupaten Probolinggo. Langkah ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi kompleksitas kondisi klinis dan sosial di fasilitas kesehatan (faskes).
Untuk mengoptimalkan pemantapan kompetensi tersebut, ke-24 dokter internsip ini dibagi secara merata ke dalam tiga paket wahana strategis, di mana masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang.RSUD Waluyo Jati, Puskesmas Maron, RSUD Tongas, Puskesmas Leces,RS Wonolangan,dan Puskesmas Pajarakan.
Pengabdian dan proses belajar intensif ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 24 September 2026 hingga 23 Maret 2027.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo, menegaskan bahwa momentum penerimaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan fase adaptasi krusial bagi para dokter untuk memahami karakteristik wilayah dan sistem kesehatan lokal.
“Program internsip menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi dokter untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memahami kebutuhan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Hariawan saat memberikan arahan.
Ia menaruh harapan besar agar PIDI Angkatan III ini melahirkan dokter-dokter yang tidak hanya cakap secara medis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial pasien. Masa enam bulan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas cakrawala pengalaman nyata.
“Kehadiran dokter internsip di fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan turut mendukung pelaksanaan pelayanan sekaligus menjadi pengalaman penting bagi peserta sebelum melanjutkan perjalanan profesionalnya sebagai dokter,” pungkas dr. Hariawan dengan optimis.







