PAMEKASAN — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pamekasan, sebuah harapan baru mulai tumbuh. Bukan sekadar program pembinaan biasa, namun sebuah gerakan pemberdayaan yang membuka jalan bagi warga binaan untuk kembali menata masa depan mereka.
Lapas Pamekasan kini resmi menggandeng sejumlah perusahaan rokok binaan Bea Cukai Madura dalam pengelolaan lahan produktif milik Lapas. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pembinaan yang tidak hanya menekankan hukuman, tetapi juga pemulihan dan kemandirian.
Salah satu mitra yang terlibat dalam kerja sama strategis tersebut adalah CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan milik H. Bambang Budianto, yang turut mengambil peran dalam pengelolaan dan pengembangan lahan produktif di lingkungan Lapas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama ini disebut sebagai titik balik penting dalam upaya menghadirkan pembinaan yang lebih manusiawi dan berorientasi masa depan. Lahan yang sebelumnya hanya menjadi area terbatas kini disiapkan menjadi ruang produktif yang memberi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, dan membangun kembali harga diri mereka.
Kalapas Pamekasan menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang menghidupkan kembali harapan yang sempat padam di balik masa lalu para warga binaan.
Di sisi lain, dunia usaha turut hadir memberikan dukungan. Perusahaan binaan Bea Cukai Madura melihat kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi nyata antara penegakan hukum, pembinaan sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Sementara, H. Bambang Budianto, pemilik CV Agunda Permata Sejahtera, menyampaikan pandangannya dengan nada penuh keprihatinan sekaligus harapan.
“Banyak dari mereka bukan tidak punya masa depan, tetapi belum diberi kesempatan. Melalui program ini, kami ingin membuka sedikit ruang agar mereka bisa belajar, bekerja, dan bangkit kembali,” ujar H. Bambang Budianto.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya bukan sekadar bentuk kerja sama bisnis, melainkan juga panggilan kemanusiaan untuk ikut serta dalam proses pemulihan kehidupan para warga binaan.
Suasana pembinaan di Lapas Pamekasan perlahan berubah menjadi lebih dinamis. Di tengah keterbatasan, mulai tumbuh aktivitas produktif yang memberi makna baru: bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan kedua.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model baru pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, di mana negara, dunia usaha, dan lembaga pembinaan berjalan seiring dalam satu tujuan, mengembalikan manusia ke masyarakat dengan lebih bermartabat dan siap menatap masa depan.
Penulis : Redaksi








