MWC NU Pasongsongan Resmi Dilantik, Siap Hadirkan Manfaat Nyata bagi Umat dan Masyarakat Sumenep

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – – Semangat penguatan organisasi, konsolidasi jamaah, dan pemberdayaan umat mewarnai Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan Masa Khidmat 2026–2031 yang berlangsung khidmat di Gedung KH. Abdul Wachab Hasbullah, Kecamatan Pasongsongan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Pasongsongan, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, para pengurus ranting NU se-Kecamatan Pasongsongan, badan otonom dan lembaga NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta KH. Muh. Unais Ali Hisyam.

Pelantikan pengurus baru tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar keluarga Nahdlatul Ulama di wilayah Pasongsongan. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan sertifikat Kantor MWC NU Pasongsongan atau Gedung KH. Abdul Wachab Hasbullah kepada PCNU Kabupaten Sumenep sebagai bentuk penguatan legalitas aset organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua MWC NU Pasongsongan, K. Ahmad Riyadi, M.Pd., menegaskan bahwa pelantikan merupakan titik awal pengabdian dan penguatan sinergi seluruh elemen Nahdliyin dalam membangun organisasi yang lebih maju, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pelantikan ini jangan diartikan sebagai acara seremonial semata. Ini adalah bentuk konsolidasi antara MWC NU Pasongsongan dengan PCNU Sumenep, Forpimka, pengurus ranting, badan otonom, dan seluruh lembaga NU untuk memperkuat perjuangan organisasi ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Syuriyah sebagai pemegang kebijakan tertinggi dalam organisasi. Menurutnya, kontrol yang konstruktif dan kritis sangat diperlukan agar roda organisasi berjalan sesuai dengan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama.

“Kami berkomitmen menjaga transparansi organisasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Keterbukaan menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan memperkuat tata kelola organisasi yang sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama terus diperkuat demi menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Yang masih kurang mari kita benahi bersama. Yang sudah baik harus terus dipertahankan. Potensi lokal yang dimiliki Pasongsongan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan ekonomi umat dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, K. Halqi, S.Ag., mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi NU bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang diwariskan oleh para muassis Nahdlatul Ulama.

“Setelah dibaiat menjadi pengurus MWC NU, berarti kita menerima amanah perjuangan para pendiri NU untuk dilanjutkan dan diwujudkan dalam kerja nyata bagi umat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga peran strategis yang harus dijalankan pengurus NU ke depan, yakni menjadi konsolidator kekuatan masyarakat, fasilitator peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kesehatan, serta negosiator yang mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak demi kemaslahatan umat.

Tausiyah kebangsaan dan keumatan disampaikan oleh KH. Muh. Unais Ali Hisyam. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi sehingga keberadaan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para ulama dalam menjaga agama dan membimbing umat.

“NU adalah kebangkitan para ulama. Ulama adalah pewaris para nabi. Karena itu kewibawaan ulama harus dijaga, sebab dari kewibawaan itulah lahir kemaslahatan umat dan terjaganya eksistensi Islam,” tuturnya.

KH. Muh. Unais juga mengingatkan bahwa setiap gerakan besar umat Islam harus diawali dengan kekuatan spiritual dan ketundukan kepada Allah SWT. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW membangun masjid sebagai fondasi pertama ketika hijrah ke Madinah.

“Nabi Muhammad SAW membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun aspek lainnya. Ini menunjukkan bahwa pergerakan umat Islam diawali dengan sujud. Pondasi awal NU adalah iman. Setelah iman kokoh, maka lahirlah berbagai gerakan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” jelasnya.

Pelantikan MWC NU Pasongsongan Masa Khidmat 2026–2031 menjadi penanda dimulainya babak baru pengabdian Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pasongsongan. Dengan semangat kebersamaan, konsolidasi organisasi, dan penguatan peran sosial keumatan, NU diharapkan semakin mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah di Kabupaten Sumenep.

 

Penulis : Red

Berita Terkait

Diduga Edarkan Sabu di Lenteng, Pria 43 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polresta Sumenep
Transparansi DPRD Kabupaten Bogor Dipertanyakan, Jurnalis dan Warga Keluhkan Sulitnya Akses Informasi Publik
Gegara Cipratan Air Hujan, Pelajar MTsN 6 Kediri Duel di Luar Sekolah: Guru Panggil Orang Tua dan Siswa Terlibat
Deklarasi Yakuza Maneges Ponorogo Dihadiri Gus Thuba dan Plt Bupati Lisdyarita: Sinergi Pembinaan Rohani “Santri Jalur Kiri” di Bumi Reog
Sambut HKN ke-62, Pemkab Sumenep Gerakkan ASN Hidup Sehat dan Aktif di Tempat Kerja
Dari Panggung Budaya ke Panggung Kehormatan, Founder BASHRA BIP Bang Ali Raih Penghargaan Istimewa di Hari Jadi ke-496 Pamekasan
Dana Hibah Pendidikan Pemalang Disorot, Yayasan Cakrawala Desak Kejari Tuntaskan Dugaan Penyelewengan
Bos CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto Ucapkan Selamat Hari Jadi Pamekasan ke-496, Ajak Bangkit Bersama Menuju Pamekasan Maju

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:40 WIB

Diduga Edarkan Sabu di Lenteng, Pria 43 Tahun Diamankan Satresnarkoba Polresta Sumenep

Kamis, 5 November 2026 - 16:05 WIB

Transparansi DPRD Kabupaten Bogor Dipertanyakan, Jurnalis dan Warga Keluhkan Sulitnya Akses Informasi Publik

Kamis, 5 November 2026 - 15:50 WIB

Gegara Cipratan Air Hujan, Pelajar MTsN 6 Kediri Duel di Luar Sekolah: Guru Panggil Orang Tua dan Siswa Terlibat

Kamis, 5 November 2026 - 10:22 WIB

Deklarasi Yakuza Maneges Ponorogo Dihadiri Gus Thuba dan Plt Bupati Lisdyarita: Sinergi Pembinaan Rohani “Santri Jalur Kiri” di Bumi Reog

Rabu, 4 November 2026 - 20:01 WIB

Sambut HKN ke-62, Pemkab Sumenep Gerakkan ASN Hidup Sehat dan Aktif di Tempat Kerja

Berita Terbaru