BAWEAN – Ratusan jamaah menghadiri majelis sholawat yang digelar di kediaman Bapak Faisol di kawasan Kampung Tuku, Dusun Sawahluar, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Selasa malam (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di balik ramainya majelis sholawat tersebut, tersimpan kisah perjuangan hidup sang tuan rumah. Faisol (usia 58 tahun), yang akrab disapa Sol, merupakan perantau asal Probolinggo, Jawa Timur yang telah bertahun-tahun menetap di Pulau Bawean untuk mencari nafkah dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat Bawean mengenal Sol sebagai penjual nasi rawon dan pecel yang telah lama berjualan di pulau tersebut. Namun perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Pada masa-masa awal merantau, ia harus menghadapi berbagai tantangan dan jatuh bangun dalam mempertahankan usaha kulinernya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, Sol beserta istri perlahan mampu mempertahankan usahanya di tengah berbagai tantangan. Hingga kini, usaha yang dirintisnya tetap bertahan dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.
Selain dikenal sebagai pelaku usaha kuliner, Sol juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Hampir di setiap majelis sholawat yang digelar di Bawean, namanya kerap terlihat di tengah para jamaah. Kecintaannya terhadap sholawat dan kegiatan keagamaan membuatnya dikenal luas oleh masyarakat.
Di sela-sela kesibukannya menyambut para tamu dan jamaah yang hadir, Sol sempat berbincang dengan awak media. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilaluinya sejak pertama kali datang ke Bawean.

“Saya datang ke Bawean dengan harapan bisa mencari rezeki yang halal dan memperbaiki kehidupan. Alhamdulillah, meskipun pernah mengalami masa-masa sulit, usaha yang saya jalani bisa bertahan sampai sekarang. Semua ini berkat doa, kerja keras, dan dukungan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, majelis sholawat yang digelar di kediamannya merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat persaudaraan serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Sholawat adalah salah satu cara kita menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan membawa manfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Acara yang berlangsung hingga larut malam itu diisi dengan pembacaan sholawat, dzikir, dan doa bersama. Para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Majelis sholawat tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan seluruh masyarakat Bawean. Kehadiran ratusan jamaah menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan tradisi keagamaan yang terus terjaga di Pulau Bawean.
Penulis : Abd Hamid








