Mariyatul Qiptiyah Bagikan Strategi Kreatif Membentuk Karakter Siswa di SMPN 1 Pasongsongan Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SDN Pasongsongan I, Mariyatul Qiptiyah, saat jadi pemateri Workshop “Gaya Asyik, Karakter Apik: Metode Kreatif Menanamkan Nilai Karakter Siswa SMP” yang digelar di SMPN 1 Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Kepala SDN Pasongsongan I, Mariyatul Qiptiyah, saat jadi pemateri Workshop “Gaya Asyik, Karakter Apik: Metode Kreatif Menanamkan Nilai Karakter Siswa SMP” yang digelar di SMPN 1 Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP – Komitmen memperkuat pendidikan karakter terus digaungkan di lingkungan sekolah. Kepala SDN Pasongsongan I, Mariyatul Qiptiyah, dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop bertema “Gaya Asyik, Karakter Apik: Metode Kreatif Menanamkan Nilai Karakter Siswa SMP” yang digelar di SMPN 1 Pasongsongan.

Kegiatan tersebut diikuti para guru sebagai upaya memperkaya metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Dalam pemaparannya, Mariyatul Qiptiyah menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan positif, serta pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menanamkan nilai karakter kepada siswa harus dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka. Guru dituntut menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sehingga nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian dapat tumbuh secara alami dalam diri peserta didik,” jelasnya.

Foto bersama menjadi penutup Workshop “Gaya Asyik, Karakter Apik” sebagai simbol komitmen bersama memperkuat pendidikan karakter di SMPN 1 Pasongsongan.

Ia menambahkan, guru memiliki peran strategis sebagai teladan sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Karena itu, inovasi dalam metode pembelajaran menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan karakter.

Menurutnya, pendidikan karakter bukan sekadar program sekolah, melainkan budaya yang harus dibangun dan dijaga bersama oleh seluruh warga sekolah.

Mariyatul berharap workshop tersebut mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna.

“Semoga ilmu yang dibagikan dalam workshop ini dapat diterapkan di kelas masing-masing, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, beretika, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” harapnya.

Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan berbagi pengalaman, di mana para peserta antusias menggali berbagai metode kreatif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa di lingkungan sekolah.

Penulis : Red

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB