REPOD-GUS: Gebrakan Baru Kepala SDN Padangdangan I, Agus Sugianto Hadirkan Kanal Aspirasi Berbahasa Madura untuk Mendekatkan Sekolah dengan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Seolah tak pernah kehabisan ide dan inovasi. Itulah kesan yang muncul dari sosok Kepala SDN Padangdangan I, Agus Sugianto, S.Pd. Figur kepala sekolah yang ikonik dengan blangkon khasnya ini kembali membuat gebrakan baru di dunia pendidikan. Belum genap satu bulan menjabat, setelah sebelumnya membangun budaya karakter siswa melalui 12 program pembiasaan, kini ia meluncurkan sebuah terobosan komunikasi publik yang diberi nama “REPOD-GUS” (Areppod KA Pak Agus).

Nama REPOD-GUS bukan sekadar akronim biasa. Istilah yang diambil dari bahasa Madura tersebut memiliki arti melapor kepada Pak Agus. Pemilihan bahasa lokal ini menjadi salah satu daya tarik sekaligus strategi pendekatan komunikasi yang sengaja dibangun Agus Sugianto agar sekolah semakin dekat dengan masyarakat.

Sebagai sosok yang juga mengemban amanah sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan dan Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) MWC NU Kecamatan Pasongsongan, Agus tampaknya ingin menghadirkan wajah kepemimpinan sekolah yang lebih terbuka, komunikatif, responsif, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ditanya awak media mengenai gagasan REPOD-GUS, Agus Sugianto menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Madura bukan tanpa alasan. Menurutnya, bahasa daerah merupakan bahasa keseharian masyarakat yang lebih mudah dipahami, akrab, dan familiar bagi wali murid maupun lingkungan sekitar sekolah.

> “Saya sengaja menggunakan bahasa Madura karena ingin program ini benar-benar dekat dengan masyarakat. Sekolah yang saya pimpin berada di wilayah pinggiran, sehingga pendekatan komunikasi harus menyesuaikan dengan kultur masyarakat setempat. Saya ingin semua wali murid dan masyarakat memahami maksud serta tujuan program ini tanpa merasa sungkan atau canggung,” jelas Agus Sugianto.

REPOD-GUS: Ruang Aspirasi, Bukan Sekadar Nomor WhatsApp

Lebih jauh, REPOD-GUS dirancang sebagai kanal komunikasi langsung antara masyarakat dengan kepala sekolah. Melalui nomor WhatsApp pribadi Agus Sugianto, masyarakat, wali murid, maupun siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dapat menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di SDN Padangdangan I.

Mulai dari masukan, saran, kritik, pertanyaan, hingga laporan yang menyangkut perkembangan siswa, kinerja guru, tenaga kependidikan, maupun kualitas pelayanan publik di lingkungan sekolah.

Menurut Agus, keberadaan kanal komunikasi langsung ini juga dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa tidak semua persoalan sekolah dapat dijelaskan secara menyeluruh oleh guru maupun tenaga kependidikan. Terlebih, apabila persoalan tersebut berkaitan dengan kebijakan atau keputusan yang menjadi kewenangan kepala sekolah.

> “Ada kalanya masyarakat ingin mendapatkan penjelasan tentang suatu persoalan atau kebijakan sekolah. Namun, guru maupun tenaga kependidikan belum tentu bisa memberikan penjelasan secara komprehensif karena ada hal-hal yang memang menjadi kewenangan kepala sekolah. Melalui REPOD-GUS, masyarakat bisa langsung menghubungi saya melalui WhatsApp untuk menyampaikan apa pun yang berkaitan dengan pendidikan di sekolah,” ungkapnya.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus digitalisasi, komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat seharusnya tidak lagi dibatasi oleh jarak, waktu, maupun prosedur birokrasi yang berbelit.

Memotong Kompas Birokrasi, Membangun Kepercayaan Publik

Salah satu tujuan utama REPOD-GUS adalah memangkas sekat komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Agus berharap kanal ini mampu memotong kompas birokrasi dalam menyampaikan aspirasi, sehingga setiap persoalan, masukan, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat diterima secara langsung oleh pimpinan sekolah.

Namun, lebih dari sekadar menyediakan akses komunikasi, program ini diharapkan menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan kemitraan antara sekolah, wali murid, serta seluruh elemen masyarakat.

> “Saya ingin sekolah ini tidak menjadi lembaga yang berjarak dengan masyarakat. Justru sekolah harus membuka diri, mendengarkan, dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang peduli terhadap pendidikan. Jangan sampai ada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, tetapi bingung harus menghubungi siapa. Melalui REPOD-GUS, cukup hubungi WhatsApp saya, insyaallah akan kami dengarkan dan tindak lanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga berharap REPOD-GUS tidak hanya menjadi saluran pengaduan, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi dan partisipasi publik dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Desa Padangdangan dan Kecamatan Pasongsongan pada umumnya.

Dari 12 Program Pembiasaan Menuju Budaya Sekolah yang Terbuka

Jika sebelumnya Agus Sugianto dikenal melalui 12 program pembiasaan yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik, kini REPOD-GUS menjadi langkah lanjutan yang menyasar penguatan tata kelola dan hubungan sosial sekolah dengan masyarakat.

Dua pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang sehat, keterbukaan informasi, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan.

Blangkon yang menjadi ciri khas penampilannya seolah memiliki makna tersendiri: berpijak pada identitas dan kearifan lokal, tetapi tetap terbuka terhadap perubahan zaman. Bahasa Madura menjadi pintu masuk komunikasi, sementara teknologi digital menjadi sarana untuk memperpendek jarak antara sekolah dan masyarakat.

Belum sebulan memimpin, tetapi sejumlah gagasan telah diperkenalkan. Mulai dari pembentukan karakter siswa melalui program-program pembiasaan hingga menghadirkan REPOD-GUS sebagai kanal aspirasi publik.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap aspirasi yang masuk mendapatkan perhatian, respons, dan tindak lanjut yang tepat.

Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya urusan kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dan melalui REPOD-GUS, Agus Sugianto ingin menegaskan satu pesan penting: sekolah bukan menara yang berdiri sendiri, melainkan rumah bersama yang pintunya harus selalu terbuka bagi masyarakat.

REPOD-GUS: Areppod KA Pak Agus. Lebih dekat, lebih terbuka, dan lebih mudah menyampaikan aspirasi demi pendidikan yang lebih baik.

Berita Terkait

Dari Sertijab hingga SPJ BOS, KKKS Pasongsongan Satukan Langkah Perkuat Tata Kelola Pendidikan
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SDN Padangdangan I Bangun Budaya Karakter Lewat 12 Gerakan Pembiasaan
Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Sabet Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026
Busana Adat dan Bahasa Madura Warnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-757 di SDN Soddara I Sumenep
KKG Gugus 02 Pasongsongan Bergerak Maju: Guru Belajar Canva AI, Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Kreatif dan Interaktif
Pimpin Rapat Perdana, Agus Sugianto Perkuat Sinergi dan Pendidikan Karakter di SDN Padangdangan I
Harumkan Nama Sumenep di Ajang Internasional, Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Borong Medali HKIMO 2026
Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:57 WIB

REPOD-GUS: Gebrakan Baru Kepala SDN Padangdangan I, Agus Sugianto Hadirkan Kanal Aspirasi Berbahasa Madura untuk Mendekatkan Sekolah dengan Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 19:53 WIB

Dari Sertijab hingga SPJ BOS, KKKS Pasongsongan Satukan Langkah Perkuat Tata Kelola Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 11:26 WIB

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SDN Padangdangan I Bangun Budaya Karakter Lewat 12 Gerakan Pembiasaan

Minggu, 1 November 2026 - 02:05 WIB

Siswi SMPN 1 Sampang, Nelza dan Dhea Binaan Sanggar KBP Sabet Tiga Predikat di Fashion Muslim of Batik Madura 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Busana Adat dan Bahasa Madura Warnai Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-757 di SDN Soddara I Sumenep

Berita Terbaru