PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melakukan perombakan besar di tubuh birokrasi. Sebanyak 88 pejabat Eselon II, III, dan IV resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Gedung Pemkot Probolinggo, Senin (8/6/2026) malam.
Pelantikan tersebut menjadi salah satu rotasi dan promosi jabatan terbesar yang dilakukan Pemkot Probolinggo tahun ini. Tak hanya menyentuh level administrator dan pengawas, pergeseran juga terjadi pada sejumlah jabatan strategis yang selama ini menjadi motor penggerak pembangunan dan pelayanan publik.
Sorotan utama tertuju pada 12 pejabat Eselon II atau Pimpinan Tinggi Pratama yang kini mengisi posisi-posisi penting di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Rotasi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat organisasi pemerintahan sekaligus mempercepat realisasi program pembangunan yang menjadi bagian dari visi Probolinggo Bersolek.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa seluruh proses mutasi dan promosi jabatan dilakukan secara profesional berdasarkan evaluasi kinerja dan uji kompetensi.
Tidak ada ruang bagi pertimbangan subjektif. Seluruh penempatan jabatan dilakukan melalui pemetaan talenta dan kemampuan aparatur secara terukur.
“Rotasi strategis ini menggunakan sistem manajemen talenta modern untuk memastikan percepatan pembangunan serta pelayanan masyarakat,” tegas Aminuddin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Probolinggo kini memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai instrumen utama dalam menentukan pejabat yang layak menduduki posisi strategis.
Dengan sistem tersebut, setiap pejabat dinilai berdasarkan kompetensi, pengalaman, rekam jejak, dan capaian kinerja sehingga menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan akuntabel.
Namun pelantikan itu bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Aminuddin menyampaikan pesan tegas agar seluruh jajaran birokrasi segera bergerak cepat menjawab tantangan pembangunan daerah.
Ia meminta para pejabat meninggalkan pola kerja lama yang lamban dan sektoral.
Sebaliknya, mereka dituntut menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi antar-OPD, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan hanya berpindah kursi. Yang harus berubah adalah semangat kerja, pola pikir, dan hasil yang diberikan kepada masyarakat,” pesannya.
Adapun 12 pejabat Eselon II yang resmi dilantik meliputi jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, hingga Kepala Dinas PUPR Perkim.
Dengan formasi baru tersebut, Pemkot Probolinggo berharap lahir energi baru dalam pemerintahan yang mampu mempercepat pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan menjawab harapan masyarakat.
Pelantikan 88 pejabat dalam satu malam ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Probolinggo tengah melakukan akselerasi besar dalam reformasi birokrasi. Sebuah langkah yang diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan di atas kertas, tetapi juga mampu dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di seluruh penjuru Kota Probolinggo.








