SUMENEP, Senin, 15 Juni 2026 – Setengah bulan sudah Program Berbagi Setiap Hari yang digagas Detikzone.id berjalan. Lima belas hari mungkin bukan waktu yang panjang, namun cukup untuk menghadirkan puluhan senyum, mengetuk banyak pintu kehidupan, dan menyampaikan pesan bahwa kepedulian masih tumbuh di tengah masyarakat.
Memasuki hari ke-15 pelaksanaannya, program kemanusiaan tersebut kembali bergerak. Kali ini, bantuan disalurkan kepada para abang becak dan pekerja rentan yang setiap hari menggantungkan hidup dari tenaga dan penghasilan yang tak menentu.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat, para abang becak sering kali menjadi kelompok yang luput dari perhatian. Mereka tetap setia menunggu penumpang di pinggir jalan, mengayuh roda kehidupan sejak pagi hingga petang, meski pendapatan yang diperoleh tidak selalu sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada yang sudah berusia lanjut namun masih bekerja karena menjadi satu-satunya sumber nafkah keluarga. Ada pula yang harus tetap turun ke jalan meski kondisi ekonomi semakin sulit dan kebutuhan hidup terus meningkat.
Mereka bukan tokoh besar. Nama mereka mungkin tidak pernah menghiasi headline berita. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan perjuangan luar biasa yang layak mendapat perhatian dan penghormatan.
Karena itulah, pada hari ke-15 ini, Program Berbagi Setiap Hari kembali hadir untuk menyapa mereka. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian.
Sejak diluncurkan pada awal Juni 2026, program tersebut telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari kaum dhuafa, lansia sebatang kara, janda tua, anak yatim, pemulung, pedagang kecil, marbot masjid, penggali kubur, pekerja harian hingga masyarakat prasejahtera lainnya.
Di balik setiap bantuan yang disalurkan, tersimpan semangat sederhana yang terus dijaga Detikzone.id, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa Program Berbagi Setiap Hari lahir dari keyakinan bahwa media tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial.
“Selama lima belas hari ini kami bertemu banyak orang dengan kisah hidup yang luar biasa. Mereka mengajarkan arti ketabahan, kesabaran, dan kerja keras. Program ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang bagaimana kepedulian tetap hidup dan sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup seseorang. Namun setidaknya dapat mengurangi beban dan menghadirkan semangat baru untuk terus melangkah.
Program Berbagi Setiap Hari sendiri merupakan bagian dari gerakan sosial yang lebih luas yang selama ini dijalankan Detikzone.id. Selain sedekah harian, media ini juga aktif menghadirkan berbagai program kemanusiaan seperti pembangunan dan renovasi Musala Umat, Ambulans Gratis, Rumah Singgah Gratis bagi keluarga pasien, santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan perlengkapan sekolah, bantuan korban bencana, hingga bantuan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.
Bagi Detikzone.id, jurnalisme tidak hanya berbicara tentang menulis dan menyampaikan fakta. Jurnalisme juga tentang empati, tentang hadir di tengah masyarakat, dan tentang memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap memiliki nilai kemanusiaan.
Kini, setelah setengah bulan berjalan, Program Berbagi Setiap Hari terus membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal hari libur. Dari rumah-rumah sederhana, lorong-lorong kampung, hingga sudut jalan tempat abang becak menanti rezeki, langkah kecil itu terus bergerak.
Karena pada akhirnya, kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa besar yang diberikan. Kebaikan sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana: sebuah perhatian, sebuah kepedulian, dan keyakinan bahwa masih ada orang yang peduli terhadap perjuangan sesamanya.
Penulis : Red








