SUMENEP, Sabtu, 25 Juli 2026 – Ujian kesehatan yang dialami Pimpinan Redaksi Detikzone.id, tidak menghentikan komitmen untuk terus berbagi kepada sesama. Meski harus menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari dan kini masih dalam tahap pemulihan di kediamannya, Program Berbagi Setiap Hari tetap berjalan tanpa terputus hingga memasuki hari ke-54.
Keberlangsungan program tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi tidak bergantung pada satu orang, melainkan lahir dari komitmen bersama keluarga besar Detikzone.id, dukungan keluarga, serta kepercayaan orang-orang baik yang selama ini membersamai setiap langkah kebaikan.
Di tengah dinamika kehidupan, masih banyak masyarakat yang hidup dalam berbagai keterbatasan. Anak yatim yang membutuhkan perhatian, lansia yang menjalani masa senja dengan kesederhanaan, buruh harian yang berjuang mencari nafkah, penyandang disabilitas, nelayan, tukang becak, pemulung, pedagang kecil, hingga keluarga dhuafa menjadi bagian dari mereka yang terus disentuh melalui Program Berbagi Setiap Hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, Detikzone.id berupaya menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Selama 54 hari berturut-turut tanpa jeda, tim Detikzone.id terus bergerak menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep. Meski pimpinan redaksi sedang menjalani perawatan, kegiatan sosial tersebut tetap dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang telah dijalankan sejak awal.
Dalam keterangannya, Igusty Madani mengaku bersyukur karena kondisi kesehatannya mulai membaik dan saat ini masih menjalani masa pemulihan di rumah.
Ia menegaskan bahwa sakit bukanlah alasan untuk menghentikan langkah berbagi. “Program Berbagi Setiap Hari bukan milik saya pribadi, tetapi menjadi amanah dari Allah yang kami jalankan bersama. Walaupun saya sempat dirawat selama empat hari di rumah sakit, alhamdulillah program ini tetap berjalan. Saya bersyukur memiliki keluarga yang selalu menguatkan, tim yang tetap bergerak, serta orang-orang baik yang terus memberikan dukungan. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mereka,” katanya.
Menurutnya, Program Berbagi Setiap Hari lahir dari keyakinan bahwa setiap rezeki yang Allah SWT titipkan kepada siapapun mengandung hak anak yatim dan dhuafa.
“Kami bukan lembaga besar dan bukan pula orang yang hidup berkecukupan. Kami hanya berusaha menjadi perantara kebaikan tuhan. Selama Allah SWT masih memberikan kesehatan, kesempatan, dan masih ada rezeki yang bisa dibagikan, insyaallah program ini akan terus berjalan. Kami percaya bahwa sedikit yang diberikan dengan ikhlas akan lebih bernilai daripada banyak tetapi tanpa ketulusan,” tuturnya.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, di antaranya santunan ratusan anak yatim, bantuan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, khitan gratis, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah bagi keluarga pasien dan masyarakat umum di Perum Bumi Sumekar, pembangunan Musala Umat, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, hingga bantuan bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
Ke depan, Detikzone.id berkomitmen memperluas manfaat melalui berbagai program pemberdayaan, seperti Rumah Makan Gratis bagi Pejuang Nafkah, Program Orang Tua Asuh Anak Yatim, Sedekah Air Bersih, Gerobak Usaha Gratis, Bantuan Modal UMKM, Pengobatan Gratis, Bantuan Perlengkapan Sekolah, Bedah Rumah Kaum Dhuafa, serta berbagai program sosial lainnya.
Bagi Detikzone.id, perjalanan hingga hari ke-54 bukan sekadar menghitung berapa lama program ini berjalan, tetapi menjadi pengingat bahwa amanah harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun. Dengan izin Allah SWT, dukungan keluarga, kerja sama seluruh tim, serta kepercayaan dari orang-orang baik, Program Berbagi Setiap Hari akan terus dilanjutkan sebagai ikhtiar sederhana untuk menghadirkan manfaat, menebarkan kepedulian, dan menguatkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Penulis : Red







