Bidik Pasar Global, Dinkes Probolinggo Gembleng Pelaku Usaha PIRT Melek Standar Mutu

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah taktis untuk mendongkrak kelas produk lokal. Melalui agenda desk Corrective Action Preventive Action (CAPA), puluhan pelaku usaha Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) ditantang untuk merombak total sistem higienitas dan keamanan ruang produksi mereka.

 

Langkah ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan sebuah intervensi nyata pasca-inspeksi sarana produksi di lapangan. Lewat forum ini, para produsen rumahan dikawal langsung untuk membedah temuan yang berisiko menurunkan mutu produk, sekaligus merumuskan formula perbaikan (corrective action) serta pencegahan (preventive action).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tak hanya dijejali teori, para pelaku usaha juga dipersenjatai dengan keahlian melakukan audit lingkungan kerja secara mandiri. Edukasi mengenai higienitas dan sanitasi ditekankan sebagai fondasi utama, bukan lagi sekadar pelengkap administrasi izin edar.

 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa program desk CAPA merupakan komitmen jangka panjang institusinya dalam mengawal standardisasi pangan di tingkat akar rumput.

 

“Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha PIRT tidak sekadar memproduksi pangan, tetapi paham betul anatomi risiko dari setiap temuan pengawasan. Jika ada celah yang berpotensi mencemari produk, mereka harus tahu cara menutup celah itu secara permanen,” ujar Sri Wahyu saat memberikan keterangan resmi,(14/7/2026).

 

Menurut Sri Wahyu, kunci utama memenangkan hati konsumen modern terletak pada konsistensi mutu yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi risiko secara dini (early warning system) di dapur produksi menjadi kewajiban mutlak bagi pelaku usaha lokal.

 

“Kami membekali mereka agar mampu menjadi auditor bagi bisnisnya sendiri. Ketika budaya keamanan pangan ini sudah melekat, kepercayaan konsumen otomatis akan terkunci. Efek dominonya, produk PIRT asal Kabupaten Probolinggo akan memiliki nilai tawar yang jauh lebih tinggi di pasaran,” tambahnya optimis.

 

Hadirnya pendampingan teknis yang ketat dari Dinkes ini diharapkan mampu memutus rantai pelanggaran izin dan kelalaian sanitasi. Output akhir yang dibidik sangat jelas: melindungi kesehatan masyarakat selaku konsumen, sekaligus melambungkan daya saing produk lokal Probolinggo di tengah ketatnya arus kompetisi pasar modern.

 

“Komitmen kami adalah melahirkan produk pangan yang aman, sehat, dan bermutu tinggi. Saat masyarakat mendapatkan jaminan keamanan pangan yang absolut, di saat yang sama, produk lokal kita siap bertarung di level yang lebih tinggi,” pungkas Sri Wahyu.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun
Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Berita Terbaru