Berbalut Busana Muslim, Upacara Bendera SDN Padangdangan I Kobarkan Nasionalisme dan Serukan Sekolah Bebas Perundungan

Senin, 19 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Upacara Bendera Merah Putih di SDN Padangdangan I, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Senin (19/10/2026). Seluruh guru dan siswa tampil mengenakan busana muslim berwarna putih yang dipadukan dengan sarung dan peci hitam bagi laki-laki, serta sarung bine’, baju kurung putih, dan kerudung putih bagi perempuan.

Pemandangan yang tidak biasa ini bukan sekadar perubahan seragam. Ada pesan religius, semangat perjuangan, nasionalisme, dan penguatan karakter yang ingin ditanamkan kepada seluruh warga sekolah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Santri Nasional. Dalam surat edaran itu, seluruh ASN dan non-ASN beserta siswa-siswi diharapkan mengenakan busana muslim sesuai ketentuan mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin, sementara kibaran Sang Merah Putih menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap agama, budaya, dan bangsa dapat tumbuh beriringan dalam kehidupan sehari-hari.

Meneladani Perjuangan Santri, Meneguhkan Nasionalisme

Dalam amanatnya, Kepala SDN Padangdangan I, Agus Sugianto, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan, menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kedisiplinan dengan meneladani perjuangan para santri pada masa lampau.

Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak cukup hanya diwujudkan dengan mengenakan sarung, peci, dan busana muslim. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi sarana untuk memahami nilai perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan kecintaan para santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semangat para santri terdahulu harus kita warisi melalui cinta tanah air, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Jika dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, menaati aturan, dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegas Agus Sugianto dalam amanatnya.

Ia menilai, nasionalisme di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya ditunjukkan dengan berdiri tegak saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan atau memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih. Nasionalisme juga harus tercermin dalam sikap menghargai sesama, menjaga persatuan, menaati aturan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi setiap anak.

Jika dahulu para santri turut berjuang menghadapi penjajahan, generasi masa kini memiliki tanggung jawab untuk melawan kebodohan, ketidakdisiplinan, intoleransi, dan berbagai perilaku yang dapat merusak persaudaraan.

Semangat Hari Santri, Saatnya Hentikan Perundungan

Selain menekankan nasionalisme, Agus juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia berharap momentum Hari Santri menjadi titik awal bagi seluruh siswa untuk semakin mempererat persaudaraan, saling menghormati, dan melindungi satu sama lain.

“Saya berharap, dengan semangat Hari Santri ini, tidak ada lagi perundungan di SDN Padangdangan I. Jangan sampai kita khusyuk mengikuti upacara dan bangga mengenakan busana santri, tetapi justru menyakiti teman sendiri. Santri harus menjadi teladan dalam akhlak, dan setiap siswa harus merasa aman, dihargai, serta diterima di sekolah,” pesan Agus.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai religius dan nasionalisme harus berjalan seiring dengan perilaku nyata. Menghormati perjuangan santri berarti meneladani akhlak mereka, termasuk menjaga lisan, menghargai perbedaan, dan tidak merendahkan orang lain.

Perbedaan kemampuan belajar, kondisi keluarga, penampilan, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk mengejek, menghina, atau mengucilkan teman. Sekolah harus menjadi tempat bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya tanpa dihantui rasa takut akibat perlakuan buruk dari sesama.

Pencegahan perundungan pun bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan guru. Seluruh warga sekolah perlu mengambil peran, termasuk siswa yang menyaksikan tindakan perundungan. Mereka harus berani mencari bantuan guru dan tidak ikut menertawakan atau mendukung tindakan yang menyakiti temannya.

Sebab, keberanian sejati bukanlah kemampuan untuk membuat orang lain takut, melainkan keberanian untuk membela kebenaran dan melindungi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Dari Halaman Sekolah, Menanamkan Karakter untuk Masa Depan

Pelaksanaan upacara dengan busana muslim di SDN Padangdangan I menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter, penanaman nilai kebangsaan, dan pengembangan kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, mengikuti upacara dengan tertib, menghormati guru, menjaga kebersihan, membantu teman, serta menolak segala bentuk perundungan.

Sarung, peci, dan busana muslim yang dikenakan pada peringatan Hari Santri bukan sekadar simbol perayaan. Semua itu menjadi pengingat akan pentingnya meneladani perjuangan para santri dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.

Upacara Bendera Merah Putih pada Senin, 19 Oktober 2026, pun menjadi lebih dari sekadar rutinitas mingguan. Di balik busana yang seragam, tersimpan harapan agar seluruh siswa memiliki semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan akhlak mulia yang tercermin dalam perilaku nyata.

Mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan mengibarkan bendera, tetapi juga harus diwujudkan dengan menjaga persaudaraan. Menghormati jasa para santri tidak cukup hanya dengan mengenakan sarung, tetapi harus dibuktikan melalui akhlak dan kepedulian terhadap sesama.

Dari halaman SDN Padangdangan I, semangat Hari Santri diharapkan terus menyala meskipun upacara telah usai. Semangat itu harus hidup dalam setiap tindakan, dalam cara siswa memperlakukan temannya, dalam kedisiplinan mengikuti pembelajaran, dan dalam komitmen bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah anak serta bebas perundungan.

Sebab, salah satu bukti nyata keberhasilan pendidikan adalah ketika setiap anak tidak hanya menjadi lebih pintar, tetapi juga tumbuh menjadi manusia yang menghargai sesama, mencintai tanah air, dan mampu menjaga martabat orang lain.

Berita Terkait

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final
SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan
FIKOM Unitomo Surabaya Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Krisis Komunikasi
Puskesmas Sangkapura Gresik Turun ke Sekolah, Siswa MINU 17 Patarselamat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Ancaman Ketertinggalan Pendidikan di Era Teknologi
Himpunan Mahasiswa Informatika Universitas Wiraraja Gelar LKMM-TD 2026, Bangun Generasi Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas
SMAN 1 Sumenep Sapu Bersih Tiga Juara Utama Olimpiade Ekonomi, Ini Daftar Pemenangnya
Perjusami Gugus 04 Sangkapura Gresik, Cetak Generasi Pramuka Mandiri dan Berkarakter 

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Berbalut Busana Muslim, Upacara Bendera SDN Padangdangan I Kobarkan Nasionalisme dan Serukan Sekolah Bebas Perundungan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

SALMAN di SDN Padangdangan I: Ketika Sapaan Pagi Menjadi Awal Pendidikan yang Memanusiakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:43 WIB

FIKOM Unitomo Surabaya Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Hadapi Krisis Komunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Puskesmas Sangkapura Gresik Turun ke Sekolah, Siswa MINU 17 Patarselamat Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis 

Berita Terbaru