SUMENEP, Detikzone.id – Kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, sebuah bantuan sederhana, sapaan, dan kepedulian mampu menjadi penguat bagi mereka yang sedang menjalani kehidupan dalam keterbatasan.
Semangat itulah yang terus dijaga Detikzone.id melalui Program Sedekah Setiap Hari. Memasuki hari ke-69, Minggu (9/8/2026), kepedulian kembali disalurkan kepada seorang lansia di Kabupaten Sumenep.
Kehadiran program ini bukan sekadar tentang menyerahkan bantuan. Ada niat untuk mengetuk pintu kehidupan masyarakat yang membutuhkan, mendengar cerita mereka, dan memastikan bahwa masih ada kepedulian yang hadir di tengah kehidupan yang tidak selalu mudah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang, bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerimanya, perhatian tersebut bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Selama 69 hari berjalan, Program Sedekah Setiap Hari telah menyapa berbagai lapisan masyarakat. Anak yatim, janda tua, lansia, penyandang disabilitas, nelayan, buruh harian, tukang becak, pemulung, pedagang kecil hingga keluarga dhuafa telah menjadi bagian dari perjalanan kepedulian tersebut.
Setiap pertemuan meninggalkan cerita. Ada kehidupan yang penuh keterbatasan, ada perjuangan yang tidak banyak diketahui orang, dan ada keteguhan hati untuk tetap menjalani hari dengan apa yang dimiliki.
Dari sana, Detikzone.id meyakini bahwa berbagi bukan hanya persoalan materi.
Berbagi adalah tentang menghadirkan rasa bahwa seseorang tidak sedang menghadapi hidupnya seorang diri.
Program Sedekah Setiap Hari juga menjadi bagian dari semangat “Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim”, yakni menjadikan media bukan hanya sebagai ruang untuk menyampaikan berita, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghadirkan manfaat masif bagi masyarakat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menyampaikan bahwa program tersebut akan terus diupayakan agar dapat berjalan secara konsisten.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujarnya.
Menurutnya, angka 69 hari bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah menjaga keikhlasan dan konsistensi dalam menghadirkan manfaat.
“Kami tidak ingin menghitung berapa banyak yang sudah diberikan. Kami lebih ingin mengingat berapa banyak orang yang sudah kami temui dan semoga ada sedikit kebahagiaan yang bisa kami tinggalkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Detikzone.id juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besarnya, dan orang baik yang selama ini memberikan dukungan dan support terhadap keberlangsungan Program Sedekah Setiap Hari.
“Terima kasih untuk semua keluarga besar dan orang-orang baik yang tidak pernah lelah memberikan dukungan. Program ini bukan milik satu orang. Ini adalah perjalanan kita bersama. Setiap dukungan yang diberikan keluarga tercintanya dan orang orang baik telah menjadi bagian dari setiap kebaikan yang sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep sebagai bentuk perluasan gerakan kepedulian kepada masyarakat.
Memasuki hari ke-69, perjalanan ini kembali mengajarkan satu hal sederhana: kebaikan tidak harus menunggu kita memiliki banyak harta. Selama masih ada kemauan untuk berbagi, selalu ada jalan untuk membantu.
Dan mungkin, bagi kita sebuah pemberian hanya terlihat kecil. Tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan, pemberian itu bisa menjadi alasan untuk kembali tersenyum.
Karena pada akhirnya, yang kita bawa bukanlah seberapa banyak yang pernah kita miliki, melainkan seberapa banyak manfaat yang pernah kita tinggalkan untuk sesama.







