Kangayan Jadi Panggung Tradisi Bahari, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Budaya Pesisir

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Pamflet Lomba Dayung Sampan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep 2026 yang digelar di Pelabuhan Kayuaro, Kecamatan Kangayan, 18–20 Agustus 2026.

Ket Foto: Pamflet Lomba Dayung Sampan dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep 2026 yang digelar di Pelabuhan Kayuaro, Kecamatan Kangayan, 18–20 Agustus 2026.

SUMENEP — Laut kembali menjadi panggung perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Tradisi bahari masyarakat kepulauan akan dihidupkan melalui Lomba Dayung Sampan yang digelar di Pelabuhan Kayuaro, Kecamatan Kangayan, pada 18–20 Agustus 2026.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Menurutnya, perayaan Hari Jadi tidak semestinya hanya berlangsung dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga harus mampu menghadirkan ruang partisipasi bagi masyarakat.

Salah satunya melalui Lomba Dayung Sampan yang mengangkat tradisi bahari sebagai bagian dari identitas masyarakat kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Achmad Fauzi, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah. Lebih dari itu, lomba dayung menjadi momentum untuk menjaga tradisi yang selama ini tumbuh dan melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir.

“Lomba dayung sampan ini menjadi bagian dari semangat kita untuk merayakan Hari Jadi Sumenep bersama masyarakat. Tradisi bahari yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat harus terus kita jaga dan kembangkan,” demikian pesan Bupati Achmad Fauzi kepada media ini, Minggu (9/8/2026).

Ia menilai, karakter Sumenep sebagai daerah kepulauan memiliki kekayaan budaya dan tradisi bahari yang patut terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, lomba dayung dinilai memiliki nilai lebih karena mampu memadukan olahraga, hiburan, kebersamaan, sekaligus pelestarian budaya lokal.

Pemilihan Pelabuhan Kayuaro sebagai lokasi perlombaan juga bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai merepresentasikan kehidupan masyarakat Kangayan yang memiliki kedekatan erat dengan laut dan aktivitas pelayaran.

Bupati berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, khususnya bagi warga di wilayah kepulauan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini bisa menjadi ruang kebersamaan masyarakat, sekaligus menjaga tradisi yang menjadi identitas daerah,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain mengajak masyarakat meramaikan kegiatan, Bang Uji, sapaan akrab Bupati Sumenep, juga mendorong seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perlombaan berlangsung.

Dengan demikian, kemeriahan Hari Jadi Sumenep dapat dirasakan masyarakat secara langsung, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Tiga Hari Laut Kangayan Jadi Panggung Perlombaan

Sementara itu, pihak panitia menyampaikan bahwa Lomba Dayung Sampan akan berlangsung selama tiga hari, yakni 18, 19, dan 20 Agustus 2026.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan bahwa kekayaan bahari Sumenep tidak hanya memiliki nilai tradisi, tetapi juga dapat dikemas menjadi kegiatan yang menarik, kompetitif, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Pendaftaran peserta dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kangayan, sementara technical meeting dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2026.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, panitia telah menyediakan sejumlah narahubung, yakni Saifullah (Bang Pullah), Pongly, dan Arsani, sebagaimana tercantum dalam flyer kegiatan.

Dalam perlombaan tersebut, panitia juga menyiapkan hadiah Rp5 juta, trofi, dan piagam bagi peserta yang berhasil meraih prestasi.

Kini, masyarakat Kangayan bersiap menyambut tiga hari penuh kemeriahan. Ketika sampan mulai berpacu di atas laut Pelabuhan Kayuaro, tradisi bahari bukan hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi kembali hadir sebagai identitas yang dirayakan bersama.

Lomba Dayung Sampan pun diharapkan menjadi salah satu warna dalam perayaan Hari Jadi Sumenep 2026—dari daratan hingga kepulauan, dari tradisi hingga semangat kebersamaan masyarakat.

 

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB