SUMENEP, Detikzone.id — Penguatan kualitas aparatur menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong pelayanan publik yang semakin profesional. Pesan tersebut kembali ditegaskan Bupati Sumenep saat mengunjungi stan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dalam Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat berbagai informasi yang ditampilkan. Bupati Sumenep turut menyimak sejumlah program dan layanan BKPSDM yang berkaitan langsung dengan pengelolaan serta peningkatan kualitas aparatur pemerintah.
Stan BKPSDM menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai program strategis, mulai dari Profiling ASN (ProASN), sistem informasi absensi pegawai, sistem informasi kinerja harian, pengembangan kompetensi aparatur, pengadaan dan rekrutmen CASN/PPPK, hingga penilaian kinerja dan penghargaan bagi aparatur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui berbagai program tersebut, pengelolaan ASN diarahkan tidak hanya pada aspek administrasi kepegawaian, tetapi juga pada peningkatan kompetensi, kinerja dan profesionalisme aparatur.
Bupati Sumenep menekankan, kualitas pemerintahan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, peningkatan kompetensi ASN harus dilakukan secara berkelanjutan mengikuti tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Menurutnya, aparatur pemerintah harus terus beradaptasi, meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“ASN harus terus belajar, meningkatkan kompetensi dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Pada akhirnya, semua bermuara pada bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, keberadaan BKPSDM memiliki posisi penting dalam memastikan pengelolaan aparatur berjalan secara terarah. Pengembangan kompetensi, pemetaan potensi, penilaian kinerja hingga pembinaan aparatur menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang semakin efektif.
Salah satu perhatian dalam pengembangan ASN adalah Profiling ASN (ProASN) yang menjadi instrumen untuk memetakan kompetensi dan potensi pegawai. Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan manajemen talenta berbasis kompetensi di lingkungan pemerintahan.
Selain itu, pemanfaatan sistem informasi dalam absensi dan pencatatan kinerja harian juga menjadi bagian dari transformasi pengelolaan aparatur menuju tata kelola yang lebih terukur dan transparan.
Pameran Pembangunan MNV 2026 pun menjadi momentum bagi BKPSDM untuk mendekatkan informasi layanan kepegawaian kepada masyarakat sekaligus memperlihatkan berbagai upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya aparatur.
Kehadiran Bupati di stan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan ekonomi. Membangun manusia yang berada di balik roda pemerintahan juga menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan publik terus bergerak maju.
Pameran Pembangunan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026.
Melalui momentum tersebut, berbagai perangkat daerah diberi ruang untuk memperkenalkan program, inovasi dan capaian pembangunan kepada masyarakat.
Penulis : Red







