SUMENEP, Detikzone.id — Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep kembali mencuri perhatian dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Setiap tahun hadir dengan konsep yang berbeda, Stan Bappeda kembali membawa perpaduan antara identitas budaya daerah dan informasi pembangunan. Pada MCF 2026, nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep menjadi konsep utama yang menghiasi stan tersebut.
Namun, tampilan budaya bukan satu-satunya daya tarik. Di balik ornamen Keraton dan Pendopo, Bappeda menyajikan paket informasi yang cukup lengkap, mulai dari arah kebijakan pembangunan, program unggulan, capaian pembangunan, data indikator hingga berbagai inovasi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep tersebut membuat stan Bappeda tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses perencanaan dan pembangunan Kabupaten Sumenep.
Keraton dan Pendopo Bukan Sekadar Dekorasi
Nuansa Keraton dan Pendopo yang ditampilkan memiliki pesan tersendiri.
Pendopo menggambarkan ruang terbuka untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi dan membangun kesepakatan.
Nilai tersebut sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan komunikasi, koordinasi dan partisipasi berbagai pihak. Sementara Keraton Sumenep merepresentasikan sejarah, identitas dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari karakter daerah.
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih untuk memperlihatkan hubungan antara pembangunan dengan identitas daerah.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.
Menurutnya, keberadaan Keraton juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Sumenep ke depan tetap memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.
“Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep. Jadi, pembangunan ke depan tetap harus memiliki pijakan pada karakter dan budaya daerah,” ujarnya.
Program Unggulan hingga Inovasi Dipamerkan
Pengunjung yang datang ke Stan Bappeda tidak hanya disuguhi ornamen budaya.
Berbagai informasi pembangunan ditampilkan melalui infografis agar lebih mudah dibaca dan dipahami masyarakat.
Di antaranya visi dan misi daerah, delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Delapan program unggulan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.
Kemudian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.
Pada sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Program lainnya mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.
Masyarakat Bisa Melihat Proses Perencanaan
Bappeda juga membuka informasi mengenai tahapan penyusunan RKPD.
Melalui infografis, pengunjung dapat mengetahui proses mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal RKPD, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
Informasi tersebut memberikan gambaran bahwa setiap program pembangunan melalui tahapan perencanaan sebelum ditetapkan dan dilaksanakan.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelas Arif.
Selain tahapan perencanaan, sejumlah indikator pembangunan juga ditampilkan, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.
Bupati Sumenep Ikut Menjajal Video Booth
Daya tarik Stan Bappeda semakin lengkap dengan hadirnya fasilitas video booth yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.
Fasilitas tersebut menjadi ruang interaksi bagi pengunjung untuk mengabadikan momen selama berada di stan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga menyempatkan diri mencoba fasilitas video booth tersebut saat mengunjungi Stan Bappeda.
Kedatangan Bupati disambut Kepala Bappeda Arif Firmanto bersama jajaran.
Bupati melihat berbagai materi yang ditampilkan, mulai dari program unggulan, data pembangunan hingga inovasi yang diperkenalkan Bappeda.
Tidak hanya melihat, Bupati juga mencoba langsung fasilitas video booth yang disediakan bagi masyarakat.
Pantauan di lokasi, Bupati memberikan gestur jempol setelah melihat konsep dan berbagai fasilitas yang tersedia di Stan Bappeda.
Bupati kemudian mengabadikan momen bersama Kepala Bappeda dan jajaran.
Ada Lomba Foto Berhadiah
Stan Bappeda juga menyediakan ruang kreativitas bagi masyarakat melalui Lomba Foto. Lomba tersebut terbuka untuk umum.
Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana, ornamen atau keunikan Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026.
Karya kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadi peserta yang tidak dikunci atau private.
Peserta juga diwajibkan melakukan mention atau tag akun @bappedasumenep.official, menggunakan tagar #bappedasumenep, #maduraculturefest4 dan #lombafotohbappeda, serta menyertakan caption yang relevan dengan karya.
Dari seluruh karya yang masuk, Bappeda akan memilih lima pemenang dengan foto terbaik.
Para pemenang akan mendapatkan bingkisan menarik dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Budaya Bertemu Informasi Pembangunan
Kehadiran Stan Bappeda di MCF 2026 menunjukkan bahwa penyampaian informasi pembangunan dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Nuansa Keraton membawa pesan tentang sejarah dan jati diri daerah. Pendopo menggambarkan ruang musyawarah dan aspirasi. Sementara program, data dan inovasi memperlihatkan arah serta proses pembangunan Kabupaten Sumenep.
Ditambah video booth dan Lomba Foto, masyarakat tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam aktivitas di stan.
Dengan konsep tersebut, Stan Bappeda kembali menghadirkan perpaduan budaya, informasi pembangunan dan kreativitas masyarakat dalam satu ruang di tengah semarak Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.







