SUMENEP, Detikzone.id — “Mana hadiahnya, Omm?” menjadi salah satu ekspresi polos yang menggambarkan keseruan pengunjung saat berada di Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.
Berlangsung di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Sabtu (29/8/2026), Stan Bappeda tidak hanya menyajikan informasi mengenai pembangunan daerah. Berbagai aktivitas interaktif juga disiapkan untuk mengajak masyarakat datang, mencoba dan berkreasi.
Salah satunya melalui permainan roda hadiah yang ditampilkan secara digital. Anak-anak terlihat penasaran dan bergantian mencoba memutar roda untuk mengetahui hadiah yang diperoleh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana tersebut menjadi bagian dari interaksi yang tercipta di Stan Bappeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat tampilan stan, tetapi juga ikut menikmati aktivitas yang disediakan.
Pantauan di lokasi, pengunjung yang tertarik tidak hanya anak-anak maupun anak muda Sumenep. Sejumlah wisatawan yang datang ke kawasan MCF 2026 juga terlihat ikut mencoba berbagai aktivitas dan mengabadikan momen di stan tersebut.
Kehadiran aktivitas interaktif ini menjadi salah satu cara Bappeda memperkenalkan lembaganya kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dan ringan, khususnya kepada generasi muda.
Kreasi Anak Muda Bertemu Informasi Pembangunan
Di balik suasana tersebut, Stan Bappeda tetap membawa pesan utama mengenai pembangunan Kabupaten Sumenep.
Pengunjung dapat mengenal berbagai informasi mengenai visi dan misi daerah, delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Informasi tersebut dikemas melalui infografis sehingga masyarakat dapat melihat gambaran mengenai arah pembangunan daerah.
Bappeda juga menampilkan tahapan penyusunan RKPD, mulai dari persiapan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui bahwa berbagai program pembangunan tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses perencanaan, pembahasan dan koordinasi.
Keraton dan Pendopo Jadi Identitas Stan
Selain aktivitas interaktif, Stan Bappeda tahun ini mengusung konsep bernuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.
Konsep tersebut tidak sekadar menjadi dekorasi. Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep, sementara Pendopo menggambarkan ruang berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi.
Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, konsep tersebut dipilih untuk memperlihatkan keterkaitan pembangunan dengan karakter daerah.
“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.
Menurutnya, pembangunan Sumenep ke depan tetap harus memiliki pijakan pada sejarah dan karakter daerah.
“Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep. Jadi, pembangunan ke depan tetap harus memiliki pijakan pada karakter dan budaya daerah,” ujarnya.
Video Booth dan Lomba Foto
Stan Bappeda juga menyediakan video booth yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk mengabadikan momen selama berada di lokasi.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga sempat mencoba fasilitas tersebut saat mengunjungi Stan Bappeda. Bupati melihat berbagai materi pembangunan yang ditampilkan sebelum mengabadikan momen bersama Kepala Bappeda dan jajaran.
Selain itu, masyarakat juga diberi ruang berkreasi melalui Lomba Foto. Peserta dapat mengabadikan aktivitas, suasana maupun ornamen Stan Bappeda menggunakan smartphone.
Pengambilan foto berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026. Lima karya terbaik akan mendapatkan bingkisan menarik dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.
Kehadiran permainan interaktif, video booth dan Lomba Foto membuat Stan Bappeda tidak hanya menjadi tempat untuk melihat informasi pembangunan.
Stan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara informasi pembangunan, budaya dan kreativitas masyarakat, dengan anak muda dan pengunjung diberikan kesempatan untuk ikut berinteraksi selama MCF #4 2026 berlangsung.







