SUMENEP, Detikzone.id — Siapa sangka barang yang setiap hari dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang justru mampu membawa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep masuk dalam enam stan terbaik Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Di tengah kemeriahan pameran yang menampilkan berbagai inovasi, program dan capaian pembangunan, stan DLH Sumenep memilih tampil dengan cara berbeda.
Sampah tidak disembunyikan. Sampah justru ditampilkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Botol plastik bekas dan sejumlah material yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan menjadi bagian dari dekorasi stan. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diubah menjadi karya yang memiliki nilai estetika sekaligus menyampaikan pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Konsep tersebut mendapat apresiasi. Stan DLH Sumenep berhasil masuk dalam jajaran enam stan terbaik Pameran Pembangunan MNV 2026.
Pengumuman enam stan terbaik disampaikan di atas panggung setelah kegiatan Madura Bersholawat, Kamis (3/9/2026) malam.
Enam stan terbaik tersebut di antaranya Bappeda Sumenep, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep, Dinas Perikanan, serta RSUD H. Moh. Anwar Sumenep.
Capaian tersebut menjadi buah dari konsep yang sejak awal memang dirancang bukan sekadar untuk mempercantik stan.
Di bawah kepemimpinan Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., stan DLH dijadikan sebagai ruang edukasi. Pengunjung tidak hanya melihat tampilan, tetapi diajak memahami bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Pesan itu diperkuat dengan penyediaan tempat sampah di sejumlah titik kawasan pameran. Petugas DLH juga dikerahkan untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
DLH Sumenep bahkan memberikan apresiasi kepada stan yang mampu mempertahankan kebersihan selama pameran. Langkah itu menjadi bentuk ajakan agar seluruh peserta tidak hanya sibuk mempercantik stan, tetapi juga ikut menjaga lingkungan di sekitarnya.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras mewujudkan konsep stan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran DLH yang sudah bekerja keras. Apa yang kita tampilkan dan hasil yang kita dapatkan ini merupakan kerja bersama,” kata Anwar.
Menurutnya, masuknya DLH dalam enam stan terbaik bukan alasan untuk berpuas diri.
Justru, apresiasi tersebut harus menjadi dorongan untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan program yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Bagi kami, bukan soal juara atau peringkat. Yang paling penting adalah bagaimana pesan tentang lingkungan ini bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Anwar mengatakan, sampah harus mulai dipandang dari sisi yang berbeda. Tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan. Sebagian masih dapat dipilah, digunakan kembali maupun diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Yang ingin kami sampaikan adalah bagaimana kita mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah bukan hanya persoalan untuk dibuang, tetapi bagaimana kita bisa mengelola dan memanfaatkannya,” tuturnya.
Ia berharap apresiasi tersebut menjadi energi positif bagi seluruh jajaran DLH Sumenep.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, terus memberikan yang terbaik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Anwar juga mengingatkan bahwa persoalan kebersihan tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada petugas.
“Lingkungan yang bersih tidak mungkin tercipta hanya karena petugas kebersihan. Semua harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Menurutnya, kegiatan besar yang menghadirkan ribuan masyarakat harus tetap berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Jangan sampai kegiatan yang meriah justru meninggalkan banyak sampah. Kita ingin masyarakat menikmati kegiatan dengan nyaman, tetapi lingkungan juga tetap bersih,” ungkapnya.
Madura Night Vaganza 2026 berlangsung mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026. Pameran Pembangunan menjadi ruang bagi berbagai perangkat daerah untuk memperkenalkan program, inovasi dan capaian pembangunan kepada masyarakat.
Bagi DLH Sumenep, kehadiran di ajang tersebut bukan hanya tentang bagaimana sebuah stan terlihat menarik. Ada pesan yang ingin ditinggalkan kepada setiap pengunjung: bahwa sesuatu yang dianggap sampah pun masih bisa memiliki nilai ketika dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.







