SUMENEP, Detikzone.id — Kerja perencanaan pembangunan yang kerap berlangsung di balik meja mendapat apresiasi. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari Jurnalis Sumenep Independen (JSI) atas Inovasi Perencanaan dan Kontribusi dalam Pembangunan Daerah.
Penghargaan tersebut diterima perwakilan Bappeda dalam acara Pengukuhan JSI periode 2026–2029 di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap peran Bappeda dalam menyusun arah pembangunan daerah, mengolah data serta menghadirkan inovasi agar perencanaan pembangunan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen tersebut juga terlihat dalam Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026. Stan Bappeda berhasil meraih Peringkat Pertama Stand Terbaik setelah mengemas informasi pembangunan dengan memadukan konsep budaya Pendopo dan Keraton Sumenep dengan data, program unggulan dan inovasi daerah.
Dalam pameran tersebut, Bappeda memperkenalkan sejumlah program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029. Di antaranya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan lanjutan.
Program lainnya mencakup pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan, percepatan ekonomi berbasis penguatan desa, serta pembangunan infrastruktur yang memperhatikan lingkungan dan keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Bappeda juga membawa program penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, penanganan persoalan sosial dengan semangat gotong royong, serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Bappeda untuk terus meningkatkan inovasi dalam perencanaan pembangunan.
“Perencanaan pembangunan membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama. Karena itu, kami ingin memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan karakter daerah,” kata Arif.
Sementara itu, Pembina JSI Slow Ahmadineja, yang juga merupakan dosen Unitomo sekaligus administrator UKW Unitomo, mengatakan perencanaan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Perencanaan merupakan fondasi pembangunan. Karena itu, inovasi dan ketepatan dalam menyusun perencanaan sangat menentukan bagaimana pembangunan daerah diarahkan dan dilaksanakan,” ujarnya.
Penghargaan JSI tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Bappeda untuk terus menghadirkan perencanaan yang inovatif, berbasis data dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep.
Penulis : Red







