Dari Lahan Umatawu Ke Lumbung Pangan: Kisah Sinergi BUM Desa Sina Rua Dan Petani Natakoli  

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, Detikzone.id- Di bawah terik matahari Dusun Umatawu, Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, suasana haru bercampur bangga menyelimuti para petani pada pertengahan September 2026.

Sejak Kamis, 17 September, hingga Sabtu, 19 September 2026, lahan seluas satu hektar di pinggir Jalan Raya Bola Hale itu menjadi saksi bisu dari sebuah keberhasilan kolektif.

BUM Desa Sina Rua dan Kelompok Tani Maju Bersama baru saja menyelesaikan proses panen raya jagung mereka, sebuah pencapaian yang tidak hanya ditandai oleh tumpukan hasil bumi, tetapi juga oleh potensi panen mengesankan sebesar 6,5 ton per hektar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen pembukaan panen tersebut terasa istimewa karena dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, mulai dari Pengurus BUM Desa, Perangkat Desa, anggota BPD, hingga aparat kepolisian dan pendamping desa.

Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan simbol dukungan penuh terhadap upaya kemandirian ekonomi desa yang sedang digagas bersama.

Di tengah keramaian itu, Direktur BUM Desa Sina Rua, Epilius Dasentis, SP, tampak lega. Baginya, angka 6,5 ton per hektar yang diperoleh dari hasil ubinan adalah bukti nyata bahwa skema kemitraan yang mereka bangun bukanlah teori belaka, melainkan praktik yang memberikan dampak langsung.

Epilius menjelaskan bahwa kunci dari kesuksesan ini terletak pada pembagian peran yang jelas dan saling melengkapi.

BUM Desa hadir sebagai penyedia modal dan pendamping teknis yang mendampingi petani sejak pengolahan lahan hingga masa pemeliharaan, sementara Kelompok Tani Maju Bersama menyediakan tenaga dan keahlian lokal dalam mengelola tanah.

Hasil dari kerja keras ini pun akan dikelola dengan bijak; sebagian akan disimpan sebagai cadangan pangan desa untuk menjaga ketahanan pangan, sedangkan sisanya akan dijual secara kolektif.

Keuntungan yang didapat tidak akan habis sekali pakai, melainkan akan diputar kembali sebagai modal usaha untuk musim tanam berikutnya, sekaligus rencana pembentukan lumbung pangan desa di masa depan.

Senada dengan pandangan tersebut, Silvester Moan Nurak, Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, melihat pola sinergi ini sebagai model yang patut dicontoh.

Ia menilai bahwa kehadiran BUM Desa telah berhasil menjembatani dua hambatan terbesar petani, yaitu akses modal dan kepastian pasar.

Dengan demikian, petani dapat fokus sepenuhnya pada produksi tanpa dibebani kecemasan akan nasib hasil panen mereka.

Kesan serupa juga disampaikan oleh Yoseph Lavanto, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama. Dengan wajah berseri, ia menunjukkan kualitas jagung hasil panen tahun ini yang memiliki tongkol panjang dan biji-biji besar.

 

Bagi Yoseph dan rekan-rekan petaninya, kepastian pemasaran yang diberikan oleh BUM Desa membawa ketenangan batin. Mereka tidak lagi perlu pusing mencari pembeli di tengah ketidakpastian harga pasar.

 

Rasa aman ini justru memicu motivasi baru bagi mereka untuk terus meningkatkan produktivitas.

Melalui kolaborasi sederhana namun strategis ini, Desa Natakoli berharap dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sikka, membuktikan bahwa ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dapat dicapai melalui gotong royong yang terorganisir dengan baik.

 

Humas BUM Desa Sina Rua

Berita Terkait

Karang Taruna Award 2026, Mbak Wali Apresiasi Kreativitas Pemuda Kota Kediri
Karang Taruna Award 2026, Mbak Wali Apresiasi Kreativitas Pemuda Kota Kediri
HUT TNI Ke-81: Kodim 0809/Kediri Gelar Bakti Sosial Dan Bakti Kesehatan Di SLG
YAKUZA MANEGES MPR Jadi Tuan Rumah Edukasi Dinsos Kota Malang tentang PPA
MBG Harus Aman, Bergizi, dan Bermanfaat, Pesan Mbak Wali saat Hadiri Harlah SPPG Banjaran Ke-1
Haul ke-31 PPST Ar-Risalah, Mbak Wali Apresiasi Kiprah Pesantren Cetak Generasi Unggul
Mahkota Emas Hijau Probolinggo Resmi Diakui Negara,Tembakau Paiton VO Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Krisis Mata Air Membakar Bumi Probolinggo, BPBD Salurkan 12.000 Liter Logistik Kehidupan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:42 WIB

Karang Taruna Award 2026, Mbak Wali Apresiasi Kreativitas Pemuda Kota Kediri

Minggu, 20 September 2026 - 11:32 WIB

HUT TNI Ke-81: Kodim 0809/Kediri Gelar Bakti Sosial Dan Bakti Kesehatan Di SLG

Minggu, 20 September 2026 - 11:29 WIB

YAKUZA MANEGES MPR Jadi Tuan Rumah Edukasi Dinsos Kota Malang tentang PPA

Minggu, 20 September 2026 - 11:25 WIB

MBG Harus Aman, Bergizi, dan Bermanfaat, Pesan Mbak Wali saat Hadiri Harlah SPPG Banjaran Ke-1

Minggu, 20 September 2026 - 04:35 WIB

Haul ke-31 PPST Ar-Risalah, Mbak Wali Apresiasi Kiprah Pesantren Cetak Generasi Unggul

Berita Terbaru