SUMENEP — Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memasuki puncak pelaksanaan malam ini, Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Keraton Sumenep”, seluruh rangkaian persiapan disebut telah mencapai sekitar 90 persen. Panitia kini tinggal melakukan pengecekan akhir terhadap runway, panggung, dan lighting sebelum acara dimulai.
Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengatakan sebagian besar kebutuhan, termasuk properti acara, telah disiapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Persiapan kita sudah di 90 persen, tinggal mengecek runway dan lighting. Kalau dari segi properti sekarang sudah alhamdulillah siap semua,” kata Hariri, Sabtu siang.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan kostum dan makeup peserta. Untuk kategori kompetisi, penilaian dilakukan dalam dua tahap, yakni penilaian kostum dan makeup di kawasan Keraton Sumenep serta penampilan peserta di panggung utama pada malam hari.
Peserta kompetisi berasal dari kategori pelajar dan umum. Setelah seluruh peserta tampil, panitia dijadwalkan langsung mengumumkan para pemenang.
“Intinya nanti malam setelah acara langsung diumumkan juaranya,” ujarnya.
Persiapan MEC 2026 juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Sejumlah aspek teknis telah dibahas, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan kawasan hingga penyediaan kantong parkir bagi masyarakat.
MEC 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat. Tahun ini, KJS bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep mengangkat Keraton Sumenep sebagai sumber utama gagasan visual dan artistik karnaval.
Menurut Hariri, tema tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Keraton Sumenep sebagai salah satu warisan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Alhamdulillah, MEC tahun 2026 sudah eksis di tahun keempat dengan mengangkat tema kebudayaan. Tahun ini kita angkat tema Keraton Sumenep dalam rangka lebih memasyarakatkan Keraton Sumenep yang merupakan satu-satunya di Jawa Timur,” katanya.
Selain pertunjukan karnaval, MEC 2026 juga dijadwalkan dihadiri sejumlah raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara. Mereka akan mengikuti defile sebelum pertunjukan utama dimulai.
Malam ini, suasana Keraton Sumenep akan menjadi bagian dari panggung MEC 2026 yang memadukan pertunjukan fesyen, kreativitas peserta, dan pengenalan budaya lokal.







