PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus menekan pedal gas dalam melakukan transformasi pemerintahan digital. Langkah strategis ini tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi, melainkan berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai motor penggeraknya.
Komitmen tersebut diwujudkan nyata melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Tata Kelola Infrastruktur Pemerintahan Digital bagi Operator dan Tenaga Teknis di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo Tahun 2026, yang digelar di Utama Raya Resort, Selasa (6/10/2026).
Acara penting ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Dokter Evariani. Hadir pula jajaran kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta narasumber ahli seperti Kasubag Tata Usaha Balai Latihan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) wilayah Jawa Timur, Maulia Jayanti Islami, dan Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BKPSDM Kota Probolinggo, Ratri Dian Sulistyawati, menjelaskan bahwa agenda ini sengaja dirancang untuk melahirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, aman, dan berkelanjutan. Sebanyak 37 kepala subbagian program atau perencana serta 37 admin/operator digital dilatih intensif mengenai manajemen infrastruktur berbasis proses bisnis serta optimalisasi kebijakan digital lokal.
Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa seluruh lompatan teknologi yang dilakukan pemerintah daerah wajib bermuara pada satu titik utama: kepuasan masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa kelurahan merupakan garda terdepan yang paling menentukan keberhasilan program ini.
“Goal kita adalah di pelayanan publik. Nah, ujungnya dalam struktur itu adalah kelurahan,” ujar Dokter Aminuddin dengan lugas.
Melalui jargon “Bersolek”, Aminuddin mengingatkan bahwa transformasi digital bukan sekadar proyek pengadaan alat atau aplikasi, melainkan sebuah perubahan budaya kerja yang menuntut penguatan kapasitas SDM dan kolaborasi lintas sektor.
Lebih jauh, ia meminta seluruh jajarannya meninggalkan pola kerja lama yang lambat dalam memperbarui data. Mantan direktur rumah sakit ini menginginkan pergerakan data yang dinamis agar proses monitoring dan evaluasi bisa dilakukan secara berkala demi melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Tidak ada lagi yang bergerak setiap tiga bulan. Karena di sini ada mekanisme evaluasi, baik perkembangan masing-masing pencapaian maupun permasalahan-permasalahan. Jadi setiap bulan kita mampu untuk mengevaluasi dan mencari penyelesaiannya,” tegasnya.
Momentum bimtek ini juga menjadi saksi sejarah diluncurkannya Bersolek Performance Based City Transformation Model (BPCTM) yang diintegrasikan melalui dashboard transformasi digital Kota Probolinggo. Sistem mutakhir ini dikembangkan sebagai instrumen mutakhir untuk mengintegrasikan data, memantau kinerja aparatur, serta mendukung proses pengambilan keputusan yang berbasis pada fakta di lapangan.
Melalui peluncuran BPCTM dan penguatan peran tim digital di setiap instansi, Wali Kota Aminuddin berharap aparatur Pemkot Probolinggo tidak sekadar menjadi penonton perkembangan zaman, melainkan aktif menjadi agen perubahan yang membawa pelayanan publik ke level yang lebih adaptif dan tepercaya.







