Haul Raja-Raja Madura di Sumenep, Menghidupkan Kembali Jejak Kebesaran Para Leluhur

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Madura bukan sekadar pulau kecil di ujung timur Jawa. Di balik bentang wilayahnya, tersimpan jejak sejarah besar yang turut mewarnai perjalanan Nusantara. Nama-nama raja dan tokoh besar dari tanah Madura menjadi bagian penting dari lembaran sejarah yang diwariskan lintas generasi.

Jejak kebesaran itu kembali dikenang melalui Haul Raja-Raja se-Madura yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jumat (30/10/2026), sehari menjelang peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Momentum tersebut mempertemukan sejumlah tokoh dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Keempat wilayah itu memiliki catatan sejarah dan melahirkan tokoh-tokoh yang memberikan warna tersendiri bagi perjalanan peradaban Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haul bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang nama-nama besar masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk menggali keteladanan, mendoakan para leluhur, sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur yang mereka tinggalkan.

KHR Khalil Muhammad, salah satu tokoh Madura asal Pamekasan, menegaskan bahwa esensi haul terletak pada upaya mengambil pelajaran dari kebaikan para pendahulu.

“Esensi haul adalah meneladani hal-hal baik yang dicetak para pendahulu kita, dan sekaligus mendoakan para beliau tersebut agar senantiasa mendapat ampunan dan syafaat dari Yang Maha Kuasa,” katanya.

Dalam catatan sejarah, Madura pernah dipimpin oleh puluhan raja yang tersebar di empat wilayah. Di bagian timur, Sumenep memiliki sosok sentral Aria Wiraraja sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Madura dan Nusantara, hingga periode pemerintahan Tumenggung Prabuwinoto.

Sementara di wilayah Pamekasan dan Sampang, terdapat nama-nama yang turut mewarnai perjalanan sejarah, di antaranya Kiai Wonorono, Raden Adipati Pramono atau Pangeran Bonorogo, serta Panembahan Ronggosukowati.

Di wilayah barat Madura, sejarah mencatat nama Ario Lembu Petteng, Pangeran Demang Plakaran, Pangeran Pragalba, hingga Panembahan Lemah Duwur yang menjadi bagian dari cikal bakal Dinasti Cakraningrat.

Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, peringatan Haul Raja-Raja Madura merupakan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus merefleksikan nilai perjuangan mereka dalam membangun daerah dan bangsa.

“Di sini kita memperingati tokoh-tokoh pilihan ini, meneladani dan merefleksikan, serta meneruskan cita-cita besar membangun peradaban bangsa,” ujar Bupati.

Melalui haul tersebut, Pemkab Sumenep ingin menegaskan bahwa sejarah bukan hanya cerita tentang masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai perjuangan, kebijaksanaan, persatuan, dan pengabdian yang relevan untuk dijadikan pijakan dalam menghadapi tantangan masa kini.
Sebab, kebesaran sebuah daerah tidak hanya diukur dari perjalanan sejarahnya, tetapi juga dari kemampuan generasi penerus menjaga warisan leluhur dan melanjutkan cita-cita besar mereka.

Dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan, sejarah Madura menyimpan satu pesan penting: mengenang leluhur bukan sekadar menoleh ke belakang, melainkan menemukan pijakan untuk melangkah lebih jauh membangun masa depan.

Berita Terkait

Lepas Kontingen Popda dan Peparpeda Jatim 2026, Mbak Wali Titip Pesan Tunjukkan Kemampuan dan Sikap Baik
Teach to Inspire, Wali Kota Kediiri Ajak Pelajar Lestarikan Budaya Jawa dan Bijak Bermedia Sosial
1001 Puisi Diluncurkan di Sumenep, Bupati Fauzi Gaungkan Pesan Kerukunan dari Bangku Sekolah
Perluas Wawasan Pasar Modal, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Kunjungi Bursa Efek Indonesia di Jakarta
Benteng di Akar Rumput: 10 Desa di Probolinggo Resmi Dideklarasikan Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba
Kirab Budaya dan Kostum Unik Semarakkan Mango Carnival of Indonesia 2026 di Probolinggo
Mangga Duren Probolinggo Curi Perhatian di Mango Carnival 2026, Wali Kota Terpikat Cita Rasanya
Terpukau Seni dan Budaya Sumenep, Senator Ning Lia Sebut Media Expo 2026 Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Mendunia

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Haul Raja-Raja Madura di Sumenep, Menghidupkan Kembali Jejak Kebesaran Para Leluhur

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Teach to Inspire, Wali Kota Kediiri Ajak Pelajar Lestarikan Budaya Jawa dan Bijak Bermedia Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:34 WIB

1001 Puisi Diluncurkan di Sumenep, Bupati Fauzi Gaungkan Pesan Kerukunan dari Bangku Sekolah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Perluas Wawasan Pasar Modal, Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Kunjungi Bursa Efek Indonesia di Jakarta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Benteng di Akar Rumput: 10 Desa di Probolinggo Resmi Dideklarasikan Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Berita Terbaru