Boneka Pocong Muncul Siang Bolong di Jalan Citeureup–Sukamakmur, Sindiran Pedas untuk Para Pejabat

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Warga dua kecamatan, Citeureup dan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, diguncang rasa geram yang memuncak akibat kondisi jalan penghubung antarkecamatan yang rusak parah. Ribuan lubang besar dan kecil menghiasi badan jalan, menjadikannya bagaikan “ladang ranjau” yang mengancam keselamatan pengendara setiap hari.

Puncak kekesalan warga pun terwujud dalam aksi mengejutkan: sebuah boneka pocong ditanam di tengah jalan pada siang bolong, menyindir keras para pejabat yang dianggap “mati rasa” terhadap penderitaan rakyat. Foto-foto dan video penampakan pocong tersebut langsung viral di media sosial, memancing gelombang komentar pedas netizen.

“Ribuan lubang di jalan, tapi pejabat ke mana? Apa harus ada korban dulu baru diperbaiki?” seru warga dalam unggahan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tanam pocong ini bukan tanpa alasan. Jalur utama penghubung Citeureup dan Sukamakmur tersebut sering dilalui pejabat, baik dari eksekutif maupun legislatif. Namun miris, kehadiran mereka hanya “menyusuri jalan rusak” tanpa pernah menyentuh solusi.

“Kami bosan dengan janji politik. Seratus hari kerja bupati sudah lewat, tapi jalan kami masih seperti kubangan maut,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memilih tak disebutkan namanya.

“Kalau cuma numpang lewat dan pasang baliho, lebih baik jangan jadi pemimpin. Kami tidak butuh pencitraan, kami butuh perbaikan,” imbuhnya.

Kondisi jalan semakin membahayakan saat musim hujan tiba. Air yang menggenang menutupi lubang-lubang dalam, menjebak pengendara sepeda motor dan mobil kecil. Tak sedikit yang terjatuh dan mengalami luka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan dari dinas terkait maupun respon konkret dari DPRD Kabupaten Bogor. Warga berharap, pesan simbolik lewat pocong ini bisa mengguncang hati para pemimpin, khususnya Bupati Bogor dan Kepala Dinas terkait, termasuk sosok Pak KDM yang namanya sering disebut-sebut namun belum terlihat aksinya.

Masyarakat tetap mendukung pembangunan dan kepemimpinan yang pro-rakyat. Tapi jika jalan rusak bertahun-tahun saja tak mampu diperbaiki, bagaimana bisa berbicara tentang kemajuan daerah.

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru