SUMENEP – Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, Afif (36), warga Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, tetap menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat. Sebagai kader TBC sekaligus relawan desa, ia rela meluangkan tenaga dan waktu untuk membantu warga yang membutuhkan.
Terbaru, Afif bersama rekan sejawatnya Imam mengantarkan Ach. Fitri (32), pasien stroke asal desanya, untuk berobat ke Poli Fisioterapi RSUD Sumenep. Perjalanan ini bukan yang pertama baginya. Sejak lama, Afif dikenal sebagai sosok yang sigap membantu, mulai dari mendampingi pasien berobat, mengurus administrasi, hingga memastikan mereka pulang dengan aman.
“Ini sudah menjadi bagian dari pengabdian. Kalau kita bisa membantu meringankan beban orang lain, kenapa tidak?” ujar Afif, Kamis, 14/08.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengabdian Afif bukan hanya pada pasien TBC yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kader kesehatan, tetapi juga pada warga lain yang mengalami kesulitan. Baginya, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus dipegang teguh, apalagi di desa yang warganya masih banyak bergantung pada bantuan dan pendampingan untuk mengakses layanan kesehatan.
“Saya tidak pernah menghitung berapa kali antar warga berobat. Yang penting mereka bisa mendapat perawatan yang layak. Capek itu hilang kalau lihat pasien tersenyum atau kondisinya membaik,” ucap Afif.
“Bagi saya, ini bukan soal pekerjaan atau tugas, tapi soal kemanusiaan. Kita tidak tahu, mungkin suatu saat kita atau keluarga kita yang membutuhkan bantuan,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.
Afif juga memuji pelayanan RSUD Sumenep yang responsif dan ramah.
“Perawatnya ramah dan responsif. Mereka menunjukkan pelayanan Bismillah Melayani,” pujinya.
Warga Desa Grujugan – pun mengapresiasi dedikasi Afif. Mereka menilai, kehadirannya memberikan rasa aman sekaligus menjadi inspirasi bahwa kepedulian tak mengenal batas waktu maupun profesi.
Penulis : Redaksi








