Pemkab Situbondo Maksimalkan Dana Cukai untuk Tingkatkan Kualitas Petani Tembakau

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.Foto: Penyuluhan kepada para petani tembakau demi meningkatkan kualitas produksi dan juga daya jual.

Dok.Foto: Penyuluhan kepada para petani tembakau demi meningkatkan kualitas produksi dan juga daya jual.

SITUBONDO – Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terus dimaksimalkan untuk memperkuat kapasitas petani dalam setiap tahapan produksi.

Pasca musim panen tembakau tahun 2025, Dispertangan Situbondo menggelar Pelatihan Pasca Panen Tembakau yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 29 September hingga 9 Oktober 2025. Kegiatan tersebut digelar di delapan titik berbeda di wilayah Kabupaten Situbondo.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata program DBHCHT bidang pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil tembakau sekaligus keterampilan petani dalam pengelolaan hasil panen. Fokus utamanya terletak pada proses perajangan dan pengeringan daun tembakau secara baik, benar, dan higienis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada petani tembakau. Menurutnya, pelatihan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi para petani.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para petani tembakau Situbondo mampu mengelola hasil panennya dengan teknik yang lebih efisien, higienis, dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui anggaran DBHCHT ini, petani tembakau harus benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Dadang.

Lebih lanjut, Dadang menjelaskan bahwa pelatihan pasca panen tembakau juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Situbondo untuk membentuk petani yang adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan industri.

“Kami ingin para petani tembakau lebih profesional dalam mengelola lahannya. Mereka tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga memahami standar mutu dan proses pengolahan yang menentukan kualitas produk akhir,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Penyuluhan Dispertangan Situbondo, Zaini, menuturkan bahwa pelatihan ini selaras dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Situbondo, khususnya dalam rencana pembangunan Pasar Tembakau di Kecamatan Besuki yang dijadwalkan pada tahun 2026 mendatang.

Menurutnya, keberadaan pasar tembakau tersebut nantinya akan menjadi pusat perdagangan hasil tembakau lokal. Selain memperluas akses penjualan, pasar ini juga akan memperpendek rantai distribusi yang selama ini menjadi kendala utama bagi petani.

“Pelatihan ini adalah langkah awal sebelum pasar tembakau beroperasi. Kami ingin SDM petani tembakau sudah siap, tidak hanya dari segi produksi tapi juga dalam pengelolaan kualitas agar mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Zaini.

Zaini juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk peningkatan kesejahteraan petani tembakau Situbondo. Menurutnya, keberlanjutan program ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan pemanfaatan DBHCHT di sektor pertanian.

“Dengan dukungan DBHCHT, Pemkab Situbondo terus berkomitmen menyalurkan dana cukai hasil tembakau untuk program yang berdampak langsung pada ribuan petani tembakau yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, para petani peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan tersebut. Salah satunya, Hasan Basri, petani asal Kecamatan Sumbermalang, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang bermanfaat.

“Dalam pelatihan ini, saya bersama teman-teman mendapat ilmu baru yang bisa langsung kami praktikkan di lapangan. Biasanya kami hanya mengandalkan pengalaman lama, tapi sekarang kami tahu bagaimana menjaga suhu, kelembapan, dan teknik perajangan yang tepat,” tutur Hasan.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini membuat para petani lebih percaya diri dalam mengelola hasil panen secara profesional. “Sekarang kami tahu bagaimana mengeringkan daun tembakau agar warnanya merata dan aromanya tetap khas,” ujarnya.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di delapan kecamatan, antara lain Suboh, Mlandingan, Sumbermalang, Jatibanteng, Besuki, dan Banyuglugur. Setiap lokasi diikuti oleh perwakilan kelompok tani tembakau dari wilayah masing-masing.

Untuk menjaga kualitas pelatihan, Dispertangan Situbondo bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang, lembaga di bawah Kementerian Pertanian yang memiliki tenaga ahli dalam pengembangan SDM pertanian.

Beberapa widyaiswara ahli madya ditugaskan sebagai narasumber, di antaranya Saeroji, S.P., M.Agr., Dr. Saptini Mukti Rahajeng, S.Si., M.Si., Ir. Tuban, M.Agr., dan Nunung Nurhadi, S.P., M.Agr., yang hadir bergantian di setiap lokasi pelatihan.

Salah satu narasumber, Dr. Saptini Mukti Rahajeng, mengungkapkan bahwa pengelolaan pasca panen menjadi faktor kunci dalam mempertahankan mutu tembakau Situbondo yang selama ini dikenal memiliki karakter aroma khas.

“Proses pengeringan dan perajangan yang tepat akan menentukan warna, aroma, dan kadar air daun tembakau. Dengan teknik yang benar, kualitasnya bisa meningkat dan harga jualnya pun lebih tinggi,” jelas Dr. Saptini.

Selain praktik lapangan, peserta juga mendapatkan materi tentang kebijakan pemerintah terkait pupuk bersubsidi serta standar mutu tembakau nasional. Seluruh kegiatan ditutup dengan sesi diskusi tindak lanjut bersama penyuluh pertanian lapangan setempat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap agar seluruh peserta mampu menerapkan hasil pelatihan di lahan masing-masing, sehingga tembakau Situbondo dapat semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Pelatihan pasca panen tembakau tahun 2025 ini bukan hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas petani, melainkan juga simbol konsistensi Pemkab Situbondo dalam mengawal kesejahteraan masyarakat dari hasil dana cukai yang tepat guna dan berkelanjutan. (ADV)

Penulis : HM

Berita Terkait

Siaga 24 Jam untuk Warga, Diskominfo Sumenep Matangkan SOP Layanan Darurat 112
Peternak Ayam Petelur Blitar Bagikan Sejuta Telur Gratis, Soroti Anjloknya Harga Pasar
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Serukan Kebangkitan Nilai Pancasila di Tengah Perubahan Zaman
Pesona Lampion Pancasila Memukau, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalanan Kota Blitar
Ayo Jaga Sumenep Bersama, Karena Sampah yang Kita Buang Menentukan Wajah Daerah Kita
Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep
Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:01 WIB

Siaga 24 Jam untuk Warga, Diskominfo Sumenep Matangkan SOP Layanan Darurat 112

Senin, 1 Juni 2026 - 14:29 WIB

Peternak Ayam Petelur Blitar Bagikan Sejuta Telur Gratis, Soroti Anjloknya Harga Pasar

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 10:31 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Serukan Kebangkitan Nilai Pancasila di Tengah Perubahan Zaman

Senin, 1 Juni 2026 - 09:34 WIB

Pesona Lampion Pancasila Memukau, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalanan Kota Blitar

Berita Terbaru

NASIONAL

Lapas Kendal Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 

Senin, 1 Jun 2026 - 21:04 WIB