SKK Migas Pastikan Survei Seismik 3D di Kangean Ramah Lingkungan dan Libatkan Warga Lokal

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa memastikan survei seismik 3D oleh Kangean Energy Indonesia (KEI) di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, akan dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan menjelaskan, survei seismik merupakan bagian dari tahapan eksplorasi migas untuk memperoleh data lapisan batuan di bawah permukaan bumi. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan kontraktor kerja sama (KKKS) dalam menentukan potensi sumber daya energi di suatu wilayah.

“Survei seismik ini sebenarnya kebutuhan negara, karena kita memerlukan data lapisan batuan untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas,” ujar Anggono, di Surabaya, Senin, 27 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kegiatan eksplorasi masih bersifat berisiko bagi pihak kontraktor.

“Kalau tidak ditemukan cadangan migas, ya berarti non cost recovery. Tapi bagi negara, data yang diperoleh tetap penting untuk pengembangan energi ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, SKK Migas Jabanusa mengapresiasi langkah KEI yang berkomitmen melaksanakan survei seismik 3D tersebut. Sebab, pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan investasi besar dan melalui proses perizinan yang ketat.

“Sebelum kegiatan dimulai, seluruh izin diverifikasi oleh SKK Migas, termasuk aspek lingkungan dan sosial,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi dampak terhadap ekosistem laut, SKK Migas Jabanusa memastikan penggunaan teknologi modern yang lebih ramah lingkungan.

“Teknologi yang digunakan adalah teknologi nirkabel, tidak memakai semacam kabel panjang (streamer) seperti metode dulu kala, oleh karena itu dampak lingkungan sangat minimal, tidak sampai merusak terumbu karang,” jelasnya.

Selain meminimalkan dampak lingkungan, kegiatan ini juga akan melibatkan masyarakat setempat.

“Kami dorong agar pelaksanaannya melibatkan warga lokal untuk membantu di lapangan. Ini bentuk manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, SKK Migas Jabanusa menegaskan bahwa keuntungan jangka panjang dari kegiatan eksplorasi ini akan dirasakan masyarakat melalui dana bagi hasil migas (DBH) yang disalurkan ke pemerintah daerah.

“DBH migas sudah menjadi bagian dari kontribusi ke APBD Kabupaten Sumenep. Selain itu, ada juga program pengembangan masyarakat atau PPM yang kami arahkan untuk daerah terdampak operasi,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, program pengembangan masyarakat telah berfokus di sekitar Pulau Pagerungan karena merupakan wilayah operasi KEI.

“Ini mungkin yang menyebabkan masyarakat Kangean merasa belum merasakan dampaknya secara langsung. Namun ke depan, seiring survei dilakukan di wilayah Kangean, program sosial juga akan diarahkan ke sana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan survei seismik akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

“Sosialisasi dengan berbagai pihak menjadi kewajiban sebelum kegiatan dimulai, agar seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat memahami bagaimana kegiatan seismik dilakukan, sekaligus memaparkan tujuan dan manfaat survei ini,” tuturnya.

Survei seismik 3D di perairan Kangean belakangan menarik perhatian publik dan aktivis lingkungan di Sumenep. Sejumlah pihak meminta transparansi proses dan memastikan kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerusakan ekosistem laut serta memperhatikan kepentingan masyarakat kepulauan.

“Kami selalu terbuka bagi siapa pun, baik tokoh masyarakat maupun mahasiswa, yang ingin melakukan audiensi terkait rencana survei ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar
Media Expo 2026 Masuki Malam Keempat, Tongtong Lendhu Sagara hingga Tari Maharaya Meriahkan Hari Jadi Jatim dan Sumenep, Yuk Ramaikan Malam Ini!
Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin Serukan Santri Jadi Penjaga Akhlak, Pejuang Ilmu dan Pilar Masa Depan Bangsa
Hari Jadi Sumenep dan Hari Santri, Bupati Fauzi Serukan Ikhtiar Spiritual demi Keberkahan Negeri Lewat 111.111 Kali Pembacaan Al-Waqi’ah
Lepas Kontingen POPDA Jatim XV 2026, Wabup Sumenep Kobarkan Semangat Atlet: Tampil Percaya Diri dan Pantang Menyerah
Bupati Sumenep Dukung Media Expo 2026, Dorong Pers Ikut Menggerakkan Ekonomi Daerah
DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati APBD 2027, Anggaran Belanja Lebih Besar dari Pendapatan
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:44 WIB

Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin Serukan Santri Jadi Penjaga Akhlak, Pejuang Ilmu dan Pilar Masa Depan Bangsa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Hari Jadi Sumenep dan Hari Santri, Bupati Fauzi Serukan Ikhtiar Spiritual demi Keberkahan Negeri Lewat 111.111 Kali Pembacaan Al-Waqi’ah

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Lepas Kontingen POPDA Jatim XV 2026, Wabup Sumenep Kobarkan Semangat Atlet: Tampil Percaya Diri dan Pantang Menyerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Bupati Sumenep Dukung Media Expo 2026, Dorong Pers Ikut Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru