Drama Bea Cukai Madura Operasi Jauh-jauh ke Suramadu, Tapi Pabrik dan Bandar Rokok Ilegal di Pamekasan Masih Beranak-pinak

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan Dikepung Rokok Ilegal: Santos, YS Bold, dan Dalill Diduga Diproduksi Jaringan Haji F

Pamekasan Dikepung Rokok Ilegal: Santos, YS Bold, dan Dalill Diduga Diproduksi Jaringan Haji F

PAMEKASAN– Aksi Bea Cukai (BC) Madura yang dipimpin Novian Dermawan kembali menjadi bahan gunjingan publik. Alih-alih menindak tegas mafia rokok ilegal yang bersarang di wilayah pengawasannya, BC Madura justru jauh-jauh turun ke akses Suramadu untuk melakukan operasi, sementara pabrik dan bandar rokok ilegal di Pamekasan seakan “dibiarkan hidup beranak Pinak”.

Dalam operasi terbaru, tim gabungan BC Madura menyetop beberapa kendaraan yang dicurigai membawa rokok ilegal. Hasilnya, ditemukan beberapa bus yang membawa rokok ilegal dari berbagai merek, antara lain Newscastle dan Just Mild. Anehnya, rokok-rokok tersebut diduga diproduksi di Pamekasan, satu wilayah dengan kantor BC Madura sendiri.

Bandar besar seperti UM (pemilik rokok Angker) dan Haji Junaidi (pemilik PR Subur Jaya) masih berkeliaran bebas tanpa tindakan hukum. Bahkan, PR Subur Jaya diketahui tetap memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal dengan cara mengakali pita cukai dengan merek SUBUR JAYA HJS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, tercatat puluhan bandar rokok ilegal lainnya di Pamekasan yang bebas beroperasi, di antaranya:

 

Tali Jaya Mild milik Haji Taufiq, pemilik pabrik rokok resmi Desa Ponteh, Galis.

Geboy milik Haji Fahmi.

DALILL, YS BOLD, SANTOS milik pengusaha berinisial FR.

Marbol, MasterClass, Premium Bold, 54ryaku, Suryaku, Surya Jaya, Aswad, Sinar Gudang Emas, HMIN, Esje, HIMMA, Boss Caffe Latte, Bintang, Alphad, Lombok Mas, Be Fly Bold, Bonte, Khanfa, ST16MA, dan masih banyak lagi.

Ironisnya, beberapa rokok ilegal dikendalikan oleh oknum aparat dan anggota dewan setempat, namun hingga kini mereka tetap bebas melenggang tanpa tersentuh hukum. Janji Menteri Keuangan Purbaya untuk menumpas mafia rokok ilegal pun sejauh ini masih menjadi omong kosong, tidak ada satupun bandar yang ditangkap.

“Sejauh ini, para mafia rokok ilegal di Pamekasan seakan dipelihara, bukan ditindak. Bea Cukai jadi penonton di wilayahnya sendiri,” kritik salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, Ilham Budiman, Aktivis Madura menyebut bahwa Bea Cukai Madura gagal total.

“Operasi jauh-jauh ke Suramadu hanya pencitraan, pabrik dan cukong rokok ilegal di Pamekasan bebas berkeliaran di depan mata aparat. Ini bukan kebetulan, ini aib penegakan hukum,” ujarnya.

Mafia rokok merajalela, aparat seakan tuli dan buta. Rakyat dirugikan, negara kehilangan pajak, tapi para cukong tertawa lepas. Suramadu dijadikan panggung simbolik, Pamekasan jadi surga cukong ilegal.

“Hukum harus tegas, bukan main sandiwara. Jika aparat terus diam, kepercayaan publik hancur, dan kriminal semakin berani. Saatnya hentikan drama, tangkap semua mafia rokok ilegal di Pamekasan sekarang juga,” tandas Ilham.

Detikzone  bersama tim investigasi kini terus menelusuri dan memetakan keberadaan para bandar rokok ilegal yang masih bebas, berharap aparat dan pemerintah bertindak tegas sebelum kerugian negara semakin membengkak akibat maraknya peredaran rokok ilegal.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat
Polsek Kangean Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Arjasa, Pria 43 Tahun Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB