Bupati dan Bumi Sumenep: Transformasi Kendaraan, Transformasi Paradigma

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati menekankan bahwa transisi energi harus dimulai dari pemerintah sebelum dibebankan kepada masyarakat

Bupati menekankan bahwa transisi energi harus dimulai dari pemerintah sebelum dibebankan kepada masyarakat

SUMENEP – Perubahan iklim bukan sekadar isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa tantangan lingkungan adalah tanggung jawab nyata pemerintah daerah yang harus dijawab dengan kebijakan konkret dan terukur.

Menurut Fauzi, stabilitas lingkungan kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja OPD dan perencanaan pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa lagi mengabaikan kondisi alam. Perubahan iklim memengaruhi setiap lapisan masyarakat, dari cuaca ekstrem hingga ancaman ekosistem,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah nyata, Pemkab Sumenep mulai mengganti kendaraan dinas konvensional dengan kendaraan listrik, termasuk mobil dan sepeda motor.

Fauzi menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar simbol, tetapi pesan bahwa perubahan harus dimulai dari dalam pemerintahan.

“Kami memulai dari kendaraan dinas. Pemerintah harus memberi contoh terlebih dahulu. Transisi energi tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada masyarakat,” katanya.

Fauzi sendiri menggunakan mobil listrik untuk kegiatan kedinasan sehari-hari. Menurutnya, efisiensi energi hanyalah salah satu manfaat; yang lebih penting adalah perubahan paradigma pembangunan, yakni pembangunan yang selaras dengan alam.

“Kendaraan listrik adalah pintu masuk untuk mengubah cara pandang OPD terhadap transportasi, energi, dan masa depan daerah. Lingkungan harus menjadi kompas, bukan opsi,” tegasnya.

Tak hanya pemerintah, Fauzi juga mendorong masyarakat memanfaatkan sepeda motor listrik sebagai transportasi ramah lingkungan.

Langkah ini diharapkan menekan emisi gas buang sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang energi berkelanjutan.

Bupati Sumenep menegaskan, keberhasilan kebijakan lingkungan hanya mungkin bila ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Jika langkah pemerintah dan masyarakat seirama, saya yakin Sumenep bisa tumbuh secara ekonomi tanpa kehilangan keseimbangan ekologisnya,” tandas Fauzi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Situbondo Yakin Desa Tetap Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal Bupati Situbondo
DKP2KB Sumenep Gencarkan Skrining PTM untuk Tingkatkan Kesadaran ASN
Hari Posyandu Nasional 2026, Nia Kurnia Fauzi Gaungkan Posyandu Berkualitas di Sumenep
Satu Penyedia Borong 10 Paket Jasa Konsultan di PUPR Kota Probolinggo, Akses Konfirmasi Tertutup
Harjakapro ke-280 Semarak, Komunitas Pecinta Satwa Warnai Kegiatan di Alun-Alun Kraksaan Probolinggo
Bupati Sumenep Tegaskan Pentingnya Inovasi Ekonomi Desa di Tengah Efisiensi Anggaran
PKDI Apresiasi Program Sumenep ASRI, Siap Kolaborasi Wujudkan Desa Bersih dan Bermartabat
Bupati Fauzi Terus Gedor Program ASRI Demi Sumenep Bersih dan Bebas Kumuh

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:26 WIB

Bupati Situbondo Yakin Desa Tetap Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal Bupati Situbondo

Rabu, 29 April 2026 - 20:36 WIB

DKP2KB Sumenep Gencarkan Skrining PTM untuk Tingkatkan Kesadaran ASN

Rabu, 29 April 2026 - 20:19 WIB

Hari Posyandu Nasional 2026, Nia Kurnia Fauzi Gaungkan Posyandu Berkualitas di Sumenep

Selasa, 28 April 2026 - 11:38 WIB

Satu Penyedia Borong 10 Paket Jasa Konsultan di PUPR Kota Probolinggo, Akses Konfirmasi Tertutup

Selasa, 28 April 2026 - 11:36 WIB

Harjakapro ke-280 Semarak, Komunitas Pecinta Satwa Warnai Kegiatan di Alun-Alun Kraksaan Probolinggo

Berita Terbaru