Pemkab Sumenep Alihkan Lahan Sport Center Jadi Sekolah Rakyat, 7,1 Hektare Disiapkan untuk Masa Depan Anak Bangsa

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi pembangunan sekolah yang diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49.

Lahan tersebut bukan aset biasa. Sebelumnya, kawasan yang berada tepat di seberang Universitas Wiraraja itu direncanakan untuk pembangunan sport center. Namun, Pemkab Sumenep kini mengusulkannya untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sumenep serius membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Linjamsos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, R Erwien Hendra Laksmono, memastikan lahan yang disiapkan merupakan aset resmi Pemkab Sumenep dengan luas mencapai 7,1 hektare.

“Status lahan milik Pemkab dengan luas 7,1 hektare,” ujar Erwien saat peninjauan lokasi bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Sosial Ahmad Rifai, Kabid Tata Ruang Dinas PU dan Tata Ruang Sumenep Hariyanto Effendi, serta rombongan, Sabtu (8/8/2026).

Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkab Sumenep juga telah mempersiapkan dokumen pengajuan. Proposal tersebut akan disampaikan kepada Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial.

“Proposal akan langsung dikirim. Kepala dinas sosial dan PU akan segera ke Jakarta,” katanya.

Lahan Strategis, Tinggal Dipoles

Dari hasil peninjauan, lokasi tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Lahan relatif datar, memiliki akses kendaraan melalui jalan desa, serta tidak jauh dari Jalan Trunojoyo yang merupakan jalur nasional.

Kondisi itu dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan apabila pengajuan disetujui pemerintah pusat.

“ Tinggal diuruk dan diperluas saja,” ujar Erwien.

Harapan besar kini diarahkan agar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini.

Pemerintah Pusat Beri Apresiasi

Keseriusan Pemkab Sumenep mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib.

Menurutnya, keputusan Pemkab mengalihkan rencana pemanfaatan lahan untuk sport center menjadi lokasi Sekolah Rakyat menunjukkan dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

“Sumenep sudah ikhtiar siapkan lahan yang awalnya untuk sport center diubah untuk Sekolah Rakyat. Ini iktikad baik Pak Bupati terlibat secara aktif memastikan program prioritas Presiden,” ujarnya.

Ia juga menilai perjuangan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mendorong pembangunan SR permanen patut diapresiasi.

“Bupati Sumenep telah berjuang sekuat tenaga, mudah-mudahan ini jadi legacy beliau yang sudah habis-habisan memperjuangkan SR,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial Ahmad Rifai mendorong pembentukan sekretariat bersama agar proses konsolidasi dan pengajuan pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

Sekretariat bersama tersebut nantinya dapat melibatkan sejumlah OPD terkait, mulai dari Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian hingga tim PKH.

“Sekber akan mempercepat koordinasi dinas PU, dinas pendidikan, dinas sosial, dinas pertanian dan Katim PKH. Jadi konsolidasi nanti enak lengkap, konsolidasi persyaratan bisa cepat,” jelasnya.

Jawaban atas Keterbatasan SRT 49

Pembangunan SR permanen diharapkan menjadi jawaban atas keterbatasan fasilitas SRT 49 Sumenep yang saat ini menempati Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Batuan.

Sekolah tersebut telah beroperasi sejak 2025 dan saat ini menampung 76 peserta didik jenjang SD dan SMP.

Dengan status yang masih berupa rintisan serta keterbatasan gedung, kebutuhan terhadap fasilitas permanen menjadi semakin mendesak.

Jika terealisasi, lahan 7,1 hektare tersebut bukan sekadar hamparan tanah kosong. Di atasnya, Pemkab Sumenep berharap lahir lingkungan pendidikan yang lebih layak, kapasitas belajar yang lebih besar, serta kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Kini, proposal telah disiapkan. Lahan telah tersedia. Dukungan pemerintah pusat pun mulai menguat.

Tinggal menunggu satu langkah penentu: apakah Sekolah Rakyat permanen yang telah lama diharapkan masyarakat Sumenep benar-benar berdiri di atas lahan 7,1 hektare tersebut.

Berita Terkait

Renungan Suci TMP Jokotole, Bupati Fauzi Tabur Bunga dan Berdoa untuk Para Pejuang Bangsa
Dikukuhkan di Pendopo Keraton, Bupati Sumenep Dorong Paskibraka Jadi Generasi Berintegritas
10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Bapemperda Kejar Target Rampung Akhir Tahun
Bupati Sumenep Tantang Paskibraka Jadi Teladan Generasi Muda dan Penjaga Semangat Kebangsaan
Tekan Kemiskinan di Sumenep, BRIDA dan UIN Madura Bongkar Strategi Penguatan Ekonomi
74 Pelajar Terbaik Dikukuhkan, Paskibraka Probolinggo Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-81
Tembus Skor 84,94, ITKP Kabupaten Probolinggo Tahun 2025 Sukses Melesat ke Predikat Baik
Merajut Disiplin di Alun-Alun Kraksaan, 74 Pelajar Pilihan Digembleng Membawa Misi Suci Kehormatan Bangsa

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Renungan Suci TMP Jokotole, Bupati Fauzi Tabur Bunga dan Berdoa untuk Para Pejuang Bangsa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Pemkab Sumenep Alihkan Lahan Sport Center Jadi Sekolah Rakyat, 7,1 Hektare Disiapkan untuk Masa Depan Anak Bangsa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dikukuhkan di Pendopo Keraton, Bupati Sumenep Dorong Paskibraka Jadi Generasi Berintegritas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:21 WIB

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Bapemperda Kejar Target Rampung Akhir Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Tekan Kemiskinan di Sumenep, BRIDA dan UIN Madura Bongkar Strategi Penguatan Ekonomi

Berita Terbaru