Polisi Ungkap Kasus Miras Oplosan Mematikan di Jepara, Enam Korban Jiwa Berjatuhan

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA, Detikzone.id – Kasus minuman keras (miras) oplosan yang merenggut nyawa sejumlah warga di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, berhasil diungkap jajaran Polres Jepara, Polda Jawa Tengah.

Dalam pengusutan tersebut, polisi menetapkan tiga orang tersangka yang diduga sebagai peracik sekaligus penjual miras oplosan berbahaya.

Ketiga tersangka berinisial MR (49), S (31), dan ESW (33), yang semuanya merupakan warga Kecamatan Pakis Aji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menyampaikan bahwa para tersangka diduga memproduksi miras oplosan secara mandiri tanpa standar keamanan, lalu mengedarkannya kepada masyarakat.

“Dari hasil penyelidikan, para tersangka meracik sendiri minuman keras oplosan tersebut dan menjualnya kepada warga. Dampaknya sangat fatal, enam orang meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan,” jelas Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Rabu (11/2/2026).

Korban meninggal dunia masing-masing berinisial MAZ (33), FR (38), S (51), NA (58), SLH (53), dan ESW (33). Sementara itu, dua korban lainnya yakni S (52) dan AY (31), mengalami kondisi serius dan harus mendapat perawatan medis intensif.

Polisi mengungkap bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya sejumlah warga yang meninggal secara beruntun setelah mengonsumsi miras oplosan.

Dari situ, aparat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah pada para pelaku yang diduga kuat sebagai peracik dan penjual.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat sejumlah pasal berlapis, termasuk ketentuan dalam KUHP terbaru, Undang-Undang Kesehatan, serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Mereka terancam hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.

Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras, terutama miras oplosan yang tidak jelas kandungannya.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus menggencarkan penindakan terhadap peredaran miras ilegal di wilayah Jepara. Selain itu, masyarakat juga diminta proaktif melaporkan jika menemukan aktivitas penjualan miras ilegal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Siswi Kelas 10 di Kota Kediri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru, Minta Perlindungan ke Yakuza Maneges
8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan
Lewat Sambung Roso, Kapolresta Sumenep Ajak 12 Kades Jadi Garda Kamtibmas
Kejari Toba dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Sinergi, Bahas Pendampingan Hukum OPSDA 2026
LBH Kamselindo Beri Penyuluhan Hukum Gratis kepada Puluhan Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat
TBC Bikin Waswas, Dinkes Pemalang Sisir Kontak Erat Warga Terduga
Sengkarut Ijazah Ayah dan Anak: Dua Jejak, Satu Kebenaran yang Dinanti
Matangkan Persiapan TKA 2027, Pemkot Kediri Gelar Bimtek Untuk Operator dan Proktor SD se-Kota Kediri

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Siswi Kelas 10 di Kota Kediri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru, Minta Perlindungan ke Yakuza Maneges

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:16 WIB

8 Tahun Lebih Menanti Kepastian Hukum, Sidang Devi Taurisa Tersendat, Hakim Sentil Kelalaian Pemanggilan Kejaksaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Lewat Sambung Roso, Kapolresta Sumenep Ajak 12 Kades Jadi Garda Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Kejari Toba dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Sinergi, Bahas Pendampingan Hukum OPSDA 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

LBH Kamselindo Beri Penyuluhan Hukum Gratis kepada Puluhan Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat

Berita Terbaru