Akademisi Sumenep Dr. Naghfir Luncurkan Buku “Koperasi Merah Putih”, Dorong Reformasi Ekonomi Desa

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Sumenep, Dr. Naghfir, memperkenalkan buku “Koperasi Merah Putih” sebagai inovasi strategis ekonomi desa.

Akademisi Sumenep, Dr. Naghfir, memperkenalkan buku “Koperasi Merah Putih” sebagai inovasi strategis ekonomi desa.

SUMENEP, Detikzone.id – Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa.

Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai kebijakan ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan besar untuk membangun kemandirian masyarakat melalui sistem koperasi yang kuat, transparan, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis tersebut, Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., CPM., CH., CHt, menghadirkan sebuah buku yang mengupas secara komprehensif tentang konsep, peran, dan arah masa depan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Naghfir yang dikenal sebagai Pengurus LBH PC Ansor, Pengurus PCNU Sumenep, sekaligus Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumenep, menegaskan bahwa lahirnya buku tersebut tidak bisa dilepaskan dari momentum penting hadirnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan kuat bagi upaya reformasi sistem keuangan rakyat yang selama ini dinilai masih membutuhkan penguatan, terutama di sektor ekonomi desa.

“Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam membangun kembali kekuatan ekonomi rakyat. Koperasi Merah Putih hadir sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dari desa, sehingga rakyat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama dalam sistem ekonomi nasional,” ujar Dr. Naghfir.

Tokoh berpengaruh ini menyebut, bahwa koperasi sejak lama dikenal sebagai sistem ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak koperasi yang belum mampu berfungsi optimal karena lemahnya tata kelola, minimnya literasi keuangan, serta kurangnya inovasi dalam pengelolaan usaha.

Melalui buku yang ia tulis, Dr. Naghfir mencoba menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, sekaligus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Buku ini tidak hanya berbicara tentang konsep koperasi secara teoritis, tetapi juga memberikan pandangan strategis tentang bagaimana koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu langkah progresif pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional dari akar rumput.

Dalam konteks tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Lebih jauh, Dr. Naghfir berharap buku yang ditulisnya dapat menjadi referensi akademik sekaligus panduan praktis bagi para pengelola koperasi, aktivis ekonomi kerakyatan, maupun pemerintah desa.

“Harapan saya, buku ini dapat menjadi bahan literasi bagi masyarakat dan para penggerak koperasi agar mampu memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mengoptimalkan peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Dirinya juga menilai bahwa keberhasilan program Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki semangat inovasi dan kewirausahaan.

Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan masyarakat, serta penguatan literasi ekonomi, koperasi diyakini dapat kembali menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan Indonesia.

“Kita ingin koperasi tidak lagi dipandang sebagai lembaga ekonomi kelas dua. Justru koperasi harus menjadi kekuatan besar yang mampu menopang ekonomi bangsa, dimulai dari desa,” pungkas Dr. Naghfir.

Kehadiran buku ini pun diharapkan dapat memperkaya diskursus tentang ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendorong transformasi sistem keuangan rakyat menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkeadilan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona
Terpukau Seni dan Budaya Sumenep, Senator Ning Lia Sebut Media Expo 2026 Jadi Pintu Ekonomi Kreatif Mendunia
Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik
Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi
Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 
Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar
Media Expo 2026 Masuki Malam Keempat, Tongtong Lendhu Sagara hingga Tari Maharaya Meriahkan Hari Jadi Jatim dan Sumenep, Yuk Ramaikan Malam Ini!

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 

Berita Terbaru