Terobosan Besar untuk Petani! BARON Grup Luncurkan Ekspedisi E-PARSIA, Misi Menembus Pasar Rokok Asia hingga Australia

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Detikzone.id – Harapan baru bagi jutaan petani tembakau di Indonesia mulai digelorakan. Sebuah langkah besar digagas oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder sekaligus Owner Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON Grup) melalui sebuah program ambisius bertajuk E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australia).

Program ini digagas sebagai upaya membuka jalan bagi tembakau Indonesia agar mampu menembus pasar internasional secara lebih luas. Tidak hanya sekadar ekspor biasa, ekspedisi ini diproyeksikan menjadi gerakan strategis untuk memperjuangkan nilai jual tembakau agar lebih layak dan berpihak kepada para petani.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil tembakau terbesar di dunia. Di balik hamparan ladang tembakau yang luas, terdapat jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun selama puluhan tahun, banyak di antara mereka yang masih bergulat dengan persoalan klasik: harga jual yang tidak sebanding dengan kerja keras mereka di ladang.

Kondisi inilah yang menggugah BARON Grup untuk mengambil langkah besar.

“Sudah saatnya kita menjadi tuan di tanah kita sendiri. Tembakau yang ditanam oleh jutaan petani Indonesia harus memiliki harga yang layak dan memberikan kesejahteraan yang pantas bagi mereka,” tegas HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Menurutnya, kunci untuk meningkatkan harga tembakau bukan hanya pada produksi, tetapi pada akses pasar global yang lebih luas dan kuat.

Karena itulah, BARON Grup merancang E-PARSIA sebagai ekspedisi bisnis sekaligus gerakan ekonomi yang bertujuan memperluas jaringan pasar rokok Indonesia di berbagai negara.

Dalam tahap awal, ekspedisi tersebut diproyeksikan menjangkau sejumlah negara strategis di kawasan Asia dan Australia, antara lain:

Malaysia
Filipina
Hong Kong
China
Thailand
Vietnam
Kamboja
Australia

Negara-negara tersebut dipilih karena memiliki potensi pasar rokok yang besar sekaligus peluang kerja sama industri yang menjanjikan.

Melalui ekspedisi ini, BARON Grup berupaya membuka jalur perdagangan baru yang dapat menyerap hasil tembakau dari para petani Indonesia.

Jika pasar internasional semakin terbuka, maka permintaan terhadap tembakau Indonesia diharapkan meningkat secara signifikan. Dampaknya, harga tembakau di tingkat petani pun berpotensi naik dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi mereka.

“Selama ini banyak petani tembakau yang hanya mampu bertahan hidup. Padahal mereka adalah tulang punggung dari industri besar. Kami ingin menghadirkan perubahan agar para petani bisa hidup sejahtera, bahkan makmur dari hasil kerja keras mereka,” ujarnya.

Program E-PARSIA tidak hanya berhenti di kawasan Asia dan Australia. BARON Grup juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk melanjutkan ekspedisi pasar ke Eropa bahkan Amerika, dua kawasan yang dikenal memiliki industri tembakau dan rokok dengan nilai ekonomi yang sangat besar.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan tembakau global.
Lebih dari sekadar bisnis, ekspedisi ini juga membawa semangat perjuangan ekonomi bagi para petani.

Bagi BARON Grup, kemajuan industri tembakau Indonesia seharusnya berjalan seiring dengan kesejahteraan para petani yang selama ini menjadi fondasi utama dari rantai produksi.

Dengan semangat “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ekspedisi E-PARSIA diharapkan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi jutaan petani tembakau di Tanah Air.
Sebuah misi besar yang tidak hanya berbicara tentang perdagangan, tetapi juga tentang harga diri, kedaulatan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Penulis : Anton

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Harga Kantong Plastik Naik Tajam, Pedagang Pasar Kebingungan Cari Solusi Untuk Pembeli 
Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi
Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep
Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan
Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:35 WIB

Harga Kantong Plastik Naik Tajam, Pedagang Pasar Kebingungan Cari Solusi Untuk Pembeli 

Senin, 20 April 2026 - 08:44 WIB

Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup

Minggu, 19 April 2026 - 12:26 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:34 WIB

Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep

Jumat, 17 April 2026 - 23:01 WIB

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian

Berita Terbaru

SOSBUD

MUI Sumenep Mantapkan Langkah 2026 Lewat Konsolidasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:24 WIB