Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

Madura – Upaya mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kini berada di persimpangan antara harapan pembangunan ekonomi dan sorotan hukum. Salah satu pengusaha yang dikenal aktif menginisiasi gagasan tersebut, pemilik Bawang Mas Group, tengah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya KEK Tembakau Madura, sebuah konsep yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri tembakau di Pulau Madura.

Sejumlah kalangan, mulai dari pengusaha rokok dan tembakau hingga tokoh agama dan masyarakat, memang tengah mendorong realisasi KEK tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gagasan ini muncul dari potensi besar sektor tembakau Madura yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi optimal bagi masyarakat lokal.

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzzaki, sebelumnya menyampaikan bahwa Madura memiliki kontribusi signifikan dalam industri tembakau nasional.

Namun demikian, nilai tambah dari sektor tersebut masih banyak dinikmati di luar daerah.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun, nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura,” ujarnya.

Dalam konteks itu, kehadiran KEK diharapkan mampu membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi, sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Sebagai salah satu tokoh yang aktif dalam proses tersebut, pemilik Bawang Mas Group diketahui terlibat dalam berbagai kegiatan sosialisasi, mulai dari pertemuan dengan tokoh masyarakat hingga penyelenggaraan seminar nasional terkait KEK Tembakau Madura.

Namun, di tengah peran strategis tersebut, statusnya sebagai pihak yang diperiksa KPK menimbulkan pertanyaan di ruang publik. Sejumlah pihak mencoba mengaitkan pemeriksaan tersebut dengan dinamika yang berkembang di sektor industri tembakau.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya keterkaitan langsung antara pemeriksaan tersebut dengan upaya mendorong KEK Tembakau Madura.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemeriksaan tersebut dirasa janggal, namun pernyataan itu masih bersifat sepihak dan belum terverifikasi secara menyeluruh.

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa penerimaan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) mencapai ratusan triliun rupiah, dengan kontribusi besar berasal dari Jawa Timur, termasuk Madura. Kondisi ini memunculkan diskursus mengenai distribusi manfaat ekonomi yang dinilai belum merata.

Gagasan KEK Tembakau Madura pun hadir sebagai salah satu alternatif solusi untuk menjawab ketimpangan tersebut, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

Penting untuk dicatat, seluruh dugaan yang berkembang di masyarakat terkait latar belakang pemeriksaan ini masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut. Proses hukum yang berjalan di KPK tetap harus dihormati dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Publik kini menantikan kejelasan dari proses yang sedang berlangsung, sekaligus berharap agar upaya pembangunan ekonomi daerah melalui sektor tembakau tetap dapat berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim

Berita Terbaru