Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Selama Yadnya Kasada 1948 Saka, Akses Menuju Lautan Pasir Disetop

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) resmi menutup sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya.

Penutupan ini dilakukan dalam rangka kelancaran pelaksanaan upacara ritual suci Yadnya Kasada Tahun 1948 Saka.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) BBTNBTS Nomor: PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026, kawasan wisata tidak dapat dikunjungi mulai Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini berlaku serentak di empat pintu masuk utama, yakni melalui jalur Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Camat Sukapura, Nur Rahmad Sholeh menjelaskan bahwa penyekatan dan penutupan akses ini difokuskan pada titik-titik menuju lautan pasir Gunung Bromo.

“Wisatawan dilarang untuk turun atau memasuki area kaldera tersebut selama ritual berlangsung.Meskipun demikian, pengecualian diberikan bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan prosesi sakral tersebut”ujarnya Sabtu (30/5/2026)

Rahmad menambahkan, warga maupun pengunjung yang ingin menyaksikan kemegahan ritual,atau ingin mengunjungi kawasan Seruni point masih diperbolehkan.

“Penutupan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memberikan ruang ibadah yang khusyuk dan sakral bagi umat Hindu Tengger, sekaligus menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan selama perayaan Yadnya Kasada” pungkasnya.

Wisatawan diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dan mematuhi aturan yang berlaku.Kawasan Bromo dijadwalkan akan kembali dibuka untuk kunjungan wisata normal pada Rabu, 3 Juni.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Arinna Cafe & Resto, Surga Kuliner Sumenep yang Selalu Menghadirkan Alasan untuk Kembali Lewat Live Musik dan Sajian Istimewa
Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani
Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal
Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan
DBHCHT Dinilai Belum Berkeadilan, Owner CV Ayunda Pamekasan H. Bambang Budianto Minta Madura Tak Lagi Dianaktirikan
Lotus Sumenep Tak Lagi Sekadar Tempat Kuliner, Kini Jadi Pusat Edukasi Bisnis Digital Lewat Sekolah Bisnis
Gus Qowim Buka Kediri Beauty Fest 2026, Dorong Industri Kecantikan dan UMKM Kreatif di Kota Kediri

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:15 WIB

Arinna Cafe & Resto, Surga Kuliner Sumenep yang Selalu Menghadirkan Alasan untuk Kembali Lewat Live Musik dan Sajian Istimewa

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:32 WIB

Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep

Senin, 27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:49 WIB

Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan

Berita Terbaru