SUMENEP – Jumat pagi di Kabupaten Sumenep bukan lagi sekadar penanda berakhirnya pekan kerja. Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, hari itu telah menjelma menjadi momentum membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan adalah bagian dari peradaban.
Pemandangan mengesankan terlihat di berbagai sudut kota, Jumat (29/5/2026). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, BUMN, hingga masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan. Mereka turun langsung ke lapangan membawa sapu, cangkul, karung sampah, dan berbagai perlengkapan kebersihan lainnya.
Gerakan Bersih Lingkungan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep kali ini menyasar sepanjang Jalan Slamet Riyadi Desa Pabian hingga Jalan Yos Sudarso Desa Marengan Daya. Sejak pagi, kawasan yang biasanya dipadati aktivitas kendaraan berubah menjadi lautan gotong royong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sampah yang selama ini mengganggu keindahan kota dikumpulkan, rumput liar dibersihkan, saluran air ditata kembali, sementara para peserta kerja bakti bekerja dengan penuh semangat tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.
Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa membangun daerah tidak selalu dimulai dari bangunan megah dan proyek besar. Perubahan juga dapat lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak akan pernah terwujud hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar kesadaran tersebut tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Harapannya, budaya hidup bersih terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Gerakan Jumat Bersih sendiri merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan pemerintah pusat. Karena itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan hingga tingkat kecamatan dan desa dengan melibatkan camat, lurah, kepala desa, serta masyarakat setempat.
Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan, langkah sederhana memungut sampah ternyata memiliki makna yang jauh lebih besar. Dari sana lahir nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap daerah.
Setiap Jumat pagi, Sumenep tidak hanya membersihkan jalan. Sumenep sedang merawat martabat kotanya. Sumenep sedang menanamkan budaya hidup bersih kepada generasi muda. Dan yang lebih penting, Sumenep sedang membangun peradaban yang dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar bagi masa depan.
Karena kota yang bersih bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menjadi cerminan karakter masyarakat dan kualitas kepemimpinan yang mampu menggerakkan banyak orang menuju tujuan yang sama.
Penulis : Red








